Tiga Raksasa Teknologi Cetak Laba Gabungan Lebih dari Rp700 Triliun

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 13:50 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 54 2447264 tiga-raksasa-teknologi-cetak-laba-gabungan-lebih-dari-rp700-triliun-RtePdqu5Jm.jpg Kantor Google (Foto: LA Times)

RUPANYA Apple, Microsoft, dan Google Alphabet melaporkan keuntungan gabungan lebih dari 50 miliar dolar AS atau sekitar Rp700 triliun pada kuartal April sampai dengan Juni.

Melansir Associated Press pada Rabu, berikut rincian laba yang dicetak tiga raksasa teknologi tersebut.

 Apple

1. Apple

Apple memperoleh 21,7 miliar dolar AS atau 1,30 dolar AS per saham, hampir dua kali lipat laba yang diperoleh selama periode yang sama tahun lalu. Pendapatan melonjak 36 persen menjadi 81,4 miliar dolar AS.

Penjualan iPhone juga mencapai hampir 40 miliar dolar AS pada kuartal terakhir, naik 50 persen dari tahun lalu.

IPhone 12 disebut-sebut menjadi produk Apple yang paling populer dalam beberapa tahun, terutama karena terkoneksi dengan jaringan 5G yang masih dibangun di seluruh dunia.

Meski demikian, CEO Apple Tim Cook dalam konferensi pada Selasa (27/7) waktu setempat mengatakan kondisi pandemi masih menjadi kekhawatiran tentang keberlangsungan perusahaan di sisa tahun ini.

“Jalan menuju pemulihan akan berliku,” kata Cook.

2. Google Alphabet

Didukung oleh Google, Alphabet memperoleh 18,53 miliar dolar AS atau 27,26 dolar AS per saham selama kuartal April-Juni tahun ini, meningkat hampir tiga kali lipat dari pendapatan tahun lalu.

Seperti dilansir dari Antara, pendapatan iklan Google melonjak 69 persen menjadi 50,44 miliar dolar AS.

Menurut perusahaan, bisnis ritel bersama dengan iklan perjalanan dan hiburan merupakan kontributor terbesar dalam peningkatan pendapatan.

3. Microsoft

Microsoft pada Selasa (27/7) waktu setempat melaporkan laba sebesar 16,5 miliar dolar AS, naik 47 persen dari periode yang sama tahun lalu. Laba bersih 2,17 dolar AS per saham mengalahkan ekspektasi Wall Street.

Keuntungan Microsoft melonjak selama pandemi berkat kenaikan permintaan perangkat lunak dan layanan cloud untuk kebutuhan pekerjaan dan belajar jarak jauh. Selain itu, pertumbuhan penjualan turut didorong pesatnya kebutuhan layanan Office untuk menangani dokumen kerja dan email.

Seperti dilansir dari Antara, Microsoft baru-baru ini meluncurkan generasi Windows berikutnya, Windows 11, pembaruan besar pertama dalam enam tahun.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini