Intip Teknologi Oximeter, Laku Keras saat PPKM

Antara, Jurnalis · Rabu 28 Juli 2021 14:12 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 28 57 2447281 intip-teknologi-oximeter-laku-keras-saat-ppkm-fuxSM6EUh9.jpg Oximter laku keras di pasaran saat PPKM (foto: Antara)

JAKARTA - Penjualan produk-produk kesehatan di e-commerce naik cukup signifikan selama Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Juli Ini, termasuk untuk oximeter.

Platform agregator e-commerce, Shopback, mencatat pada minggu pertama PPKM 5-11 Jlu lalu, rata-rata transaksi mitra mereka meningkat untuk kategori kesehatan, kebutuhan rumah tangga, elektronik dan hiburan.

Kategori kesehatan, menurut catatan Shopback, naik tiga kali lipat, sementara kategori lainnya naik dua kali lipat selama penerapan pemberlakuan pembatasan kegiatan masyarakat (PPKM).

Baca Juga: Cara Mengetahui Oximeter Asli atau Palsu, Alat Saturasi Oksigen Pasien Covid-19 

Platform tersebut melihat alat tes medis dan alat bantu medis sudah meningkat sejak dua minggu sebelum PPKM. Saat masa PPKM, pembelian oximeter, alat untuk memantau saturasi oksigen, meningkat hingga 350 kali dibandingkan biasanya.

Oximeter sendiri alatnya relatif kecil dan biasanya dijepitkan pada salah satu jari tangan untuk mengukur saturasi oksigen darah. Oximeter digunakan untuk mendeteksi happy hypoxia atau menurunnya kadar oksigen yang bisa berujung pada berhentinya detak jantung pasien Covid-19 yang kemudian mengakibatkan kematian.

Baca Juga: Dokter Spesialis Kardiovaskular Beri Tips Pilih Oximeter yang Benar 

Alat ini dilengkapi dengan penunjuk angka berbasis digital, yang setelah alat ini diletakkan pada ujung jari, dalam beberapa detik angka menyala. Angka-angka ini menunjukkan tingkat oksigen darah dan detak jantung pasien.

Ditemukan oleh seorang insinyur Jepang, Takuo Aoyagi, alat ini pertama kali diluncurkan pada tahun 1970. Setelah itu, Oximeter ini menjadi alat yang sangat penting bagi pasien covid-19, baik yang di rumah sakit maupun isolasi mandiri (Isoman).

Penemuan oximeter ini menjadi kontribusi besar yang diberikan Aoyogi pada ilmu kedokteran, yang mana inovasi dari alat medis ini telah dibangunnya selama beberapa dekade.

Alat ini kini dijual bebas, baik offline maupun online. Nah, seiring tingginya permintaan akan oximeter ada kekhawatiran bahwa hal itu akan dimanfaatkan oleh oknum yang tidak bertanggung jawab. Ada saja kekhawatiran alat yang tersedia di pasaran tak asli atau palsu.

Sementara, lonjakan pembelian juga berlaku untuk vitamin C, juga mengalami peningkatan transaksi 54 kali lipat. Bukan hanya itu, pada pekan pertama PPKM, pembelian minyak kayu putih naik tujuh kali dan suplemen penambah daya tahan tumbuh 14 kali lipat.

Shopback juga melihat ada peningkatan seminggu sebelum PPKM awal Juli ini, untuk cairan pembersih tangan 13 kali lipat, madu 10 kali dan jamu lima kali.

Pada awal pandemi April 2020 lalu, kenaikan pembelian hanya ada untuk produk jamu yaitu tiga kali.

Kebutuhan rumah tangga di loka pasar online naik pada masa PPKM sebesar dua kali, untuk produk sabun mandi yang mengandung antiseptik, popok bayi, susu, sayur dan buah serta produk pembersih luar rumah.

Produk beras dan pembersih tangan juga laris saat PPKM

Sementara pada kategori elektronik dan hiburan, produk digital di e-commerce meningkat 1,26 kali, yang mengindikasi kebutuhan data internet naik.

Minat baca konsumen pada PPKM naik, terdapat kenaikan untuk pembelian literatur dan novel sebesar 19 kali lipat.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini