Kominfo-BRI Life Segera Tangani Dugaan Data Bocor

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 09:47 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 54 2447699 kominfo-bri-life-segera-tangani-dugaan-data-bocor-3PC3m0Y0yr.jpg Data BRI Life diretas (Foto: The winners club)

RUPANYA Kementerian Komunikasi dan Informatika bersama BRI Life saat ini sedang menangani dugaan data nasabah yang bocor serta diperdagangkan di situs gelap (dark web).

"Kementerian Kominfo akan menindaklanjuti hasil pertemuan dengan melakukan komunikasi intensif dengan BRI Life dan memberikan pendampingan terhadap upaya BRI Life dalam mengamankan sistem maupun tata kelola data yang ada," kata juru bicara Kominfo, Dedy Permadi semalam.

Seperti dilansir dari Antara, Kominfo juga bertemu direksi PT Asuransi BRI Life siang ini, bagian dari investigasi dugaan data nasabah bocor.

 data bocor

Pemanggilan ini sesuai dengan Peraturan Pemerintah Nomor 71 Tahun 2019 tentang Penyelenggaraan Sistem dan Transaksi Elektronik, bahwa Kominfo berwenang mengadakan pemeriksaan terhadap penyelenggaraan sistem elektronik

Dari pertemuan tersebut, terungkap bahwa ada dugaan celah keamanan di sistem elektronik BRI Life yang disalahgunakan.

BRI, menurut Kominfo, sudah merespons dugaan tersebut dengan menutup akses. Saat ini BRI Life sedang menyelidiki lebih dalam keamanan sistem elektronik yang mereka kelola, melibatkan tim internal BRI Life dan konsultan forensik digital.

BRI Life akan menyampaikan temuan berdasarkan hasil pemeriksaan, sesuai dengan aturan yang tercantum di undang-undang.

Kominfo, berdasarkan PP Nomor 71 Tahun 2019 dan Undan-Undang Transaksi Elektronik, berkoordinasi dengan Badan Siber dan Sandi Negara serta Polri untuk menangani kasus ini.

Data berukuran 250 GB diperjualbelikan di situs gelap, peretas mengklaim data yang diperjualbelikan merupakan data nasabah asuransi BRI Life.

Data tersebut berisi kartu identitas, kartu keluarga, nomor wajib pajak, foto buku tabungan, akta lahir, akta kematian, surat perjanjian, bukti transfer, bukti keuangan dan surat keterangan kondisi kesehatan.

Data yang dijual diduga milik 2.000.000 orang, 463.000 dokumen, dijual seharga 7.000 dolar Amerika Serikat di situs RaidForums.

Sampel data yang dicuitkan oleh akun Twitter @UnderTheBreach berisi foto KTP dan surat keterangan kesehatan dari klinik kesehatan.

Penyidik Direktorat Tindak Pidana Ekonomi Khusus (Dittipideksus) Bareskrim Polri juga sedang menangani kasus ini.

Sementara itu, Pegiat Media Sosial (medsos) Darmansyah mengatakan, data pribadi yang bocor kali ini menimpa BRI Life, bisa jadi lantaran lemahnya sistem keamanan data yang mereka miliki.

Oleh karena itu, harusnya setiap bank memiliki perangkat yang sangat canggih untuk melindungi data nasabahnya supaya tidak bocor.

"Namun jika data nasabah selalu berulang terjadi kebocoran, berarti perangkat data yang dimiliki oleh BRI Life belum terlalu canggih," tegasnya.

Darmansyah menyebut, pihak yang harus bertanggung jawab dalam kebocoran data nasabah adalah tim IT dari BRI Life.

"Kalau menyangkut perangkat data, dikelola oleh tim IT. Jadi yang bertanggung jawab pimpinan sistem data itu atau atasannya," paparnya.

Darmansyah pun meminta Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) dan Kominfo turun segera menyelidiki penyebab kebocoran data nasabah BRI Life. Sebab sistem perangkat teknologi yang dimiliki kedua lembaga tersebut sangat canggih. Apalagi kasus bocornya data pribadi selalu berulang.

"BSSN dan Kominfo harus turut menyelidiki penyebab kebocoran data pribadi," tegasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini