Tak Ada Penonton Langsung, Ribuan Video Olimpiade Tokyo 2020 Dikirim Lewat Layanan Cloud

Danang Arradian, Jurnalis · Kamis 29 Juli 2021 14:27 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 29 57 2447864 tak-ada-penonton-langsung-ribuan-video-olimpiade-tokyo-2020-dikirim-lewat-layanan-cloud-glC89h2NkO.jpg Olimpiade Tokyo (Foto: BBC)

SAAT ini di Jepang sedang berlangsung Olimpiade Tokyo 2020. Namun memang tak ada penonton secara langsung karena pandemi.

Oleh karena itu, ribuan video pendek beresolusi tinggi (4K) harus dikirimkan ke berbagai media di seluruh dunia. Sekarang pengiriman itu bisa lebih cepat dan lebih mudah lewat layanan cloud.

Nah, Olympic Broadcasting Services (OBS) mempercayakan proses pengiriman konten Rights-Holding Broadcasters (RHB) itu lewat solusi cloud dari Alibaba.

 Olimpiade Tokyo

Nantinya, total akan ada 7.000 hingga 9.000 klip konten berdurasi pendek tentang Olimpiade Tokyo 2020 yang akan diproduksi oleh kru OBS Content+. Konten itu akan disebarkan ke 17 organisasi RHB dan empat kantor berita.

Mereka bisa mengunduh ribuan klip tersebut melalui platform web interface yang mudah digunakan. Ribuan klip dapat diakses oleh tim media digital dan sosial RHB dari lokasi mana pun untuk melengkapi liputan Olimpiade mereka sendiri.

General Manager of International Business Alibaba Cloud Intelligence Selina Yuan mengatakan, OBS Cloud mempermudah organisasi media dalam hal efisiensi biaya untuk menyiarkan Olimpiade secara digital.

”Infrastruktur cloud memungkinkan waktu penerapan lebih cepat dengan sumber daya di lokasi lebih sedikit. Sementara fleksibilitas platform cloud memungkinkan pasca-produksi dan produksi jarak jauh dilakukan lebih cepat – dan dari lokasi mana pun dengan koneksi internet,” ujarnya,

OBS Chief Executive Officer Yiannis Exarchos menyebut bahwa pihaknya berupaya mencari cara terbaik untuk medistribusikan konten Olimpiade kepada para partner mereka, media pemegang hak (RHB).

”Teknologi ini mungkin merupakan perubahan teknologi terbesar dalam industri penyiaran selama lebih dari setengah abad sejak diperkenalkannya transmisi satelit, yang diperkenalkan ke liputan siaran Olimpiade untuk pertama kalinya di Tokyo 1964,” ungkapnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini