Pengembang Game Indonesia Ikuti Gamescom dan Tokyo Game Show 2021

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 30 Juli 2021 15:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 07 30 326 2448505 pengembang-game-indonesia-ikuti-gamescom-dan-tokyo-game-show-2021-sZ8otn1K6a.jpg Tokyo Games Show (Foto: Gematsu)

KEMENTERIAN Pariwisata dan Ekonomi Kreatif bekerja sama dengan Asosiasi Game Indonesia (AGI) memfasilitasi sejumlah perusahaan game terpilih untuk mengikuti ajang internasional “Gamescom & Tokyo Game Show 2021” untuk mendukung eksistensi pelaku industri game Indonesia di kancah internasional.

“Peserta yang terpilih cukup beragam dan semua memiliki kualitas yang baik. Mereka memiliki keunggulan dari komponen penilaian dan memiliki nilai jual. Selanjutnya, kami akan membekali mereka agar dapat tampil maksimal di Gamescom dan Tokyo Game Show 2021”, ujar Deputi Bidang Pemasaran Kemenparekraf Nia Niscaya, dalam keterangannya, di Jakarta, Jumat, (30/7/2021).

 game

Seperti dilansir dari Antara, Gamescom merupakan acara pameran dagang serta eksibisi game terkemuka di dunia yang akan dilaksanakan pada Agustus 2021. Sementara Tokyo Game Show adalah eksibisi video game terkemuka di kawasan Asia, yang akan digelar pada September-Oktober 2021.

Kedua acara ini nantinya dilangsungkan secara hibrida (daring dan luring). Indonesia akan berpartisipasi secara daring. Khusus untuk event Gamescom, Indonesia akan bekerja sama dengan Atase Perdagangan Berlin dan ITPC Hamburg.

Setelah melakukan proses kurasi selama dua tahap, Kemenparekraf dan AGI menetapkan sejumlah pengembang game yang akan mewakili Indonesia pada event tersebut, yang terdiri dari 30 delegasi untuk Gamescom 2021 dan 19 delegasi untuk Tokyo Game Show 2021.

Seluruh delegasi di bawah naungan program Archipelageek Goes to Gamescom & Tokyo Game Show 2021 ini nantinya tidak hanya berkesempatan untuk merepresentasikan Indonesia dan memamerkan produk mereka dalam virtual booth paviliun Indonesia, namun juga berkesempatan untuk menjalin transaksi bisnis dengan para buyer mancanegara.

“Harapan kami melalui ajang ini para peserta dapat menunjukkan kualitas game Indonesia di mata global,” harap Nia.

Keikutsertaan Indonesia di ajang bergengsi tersebut juga didasarkan pada kontribusi positif sub-sektor games terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional tahun 2020.

Menurut data dari Outlook Pariwisata dan Ekonomi Kreatif 2020/2021, subsekstor aplikasi dan game developer menyumbang sebesar Rp24,88 triliun terhadap PDB negara. Hal ini menunjukkan bahwa sub-sektor game Indonesia memiliki potensi yang besar, untuk masuk ke pasar global.

Chief Operating Officer (COO) Toge Productions, yang juga bertindak sebagai perwakilan expertise dari tim kurator, Jonathan M. Gunawan, mengatakan para peserta harus dapat memanfaatkan kesempatan ini dengan sebaik mungkin, untuk menampilkan potensi yang dimiliki oleh masing-masing delegasi.

“Dengan mengikuti event-event global seperti Gamescom dan Tokyo Game Show, para peserta dapat lebih terekspos kepada pasar global yang jauh lebih besar dibandingkan hanya pasar lokal Indonesia,” ujarnya.

“Selain itu para peserta juga secara tidak langsung dituntut untuk meningkatkan kualitas produk (IP) dan jasa (service) yang ditawarkan supaya bisa bersaing di pasar global. Dari sisi industri, kita juga bisa mempromosikan industri lokal di mata global melalui event ini, serta mengetahui bagaimana posisi kita (industri game Indonesia) dibandingkan negara lain,” lanjutnya.

Seperti dilansir dari Antara, Indonesia sudah berpartisipasi pada acara Gamescom & Tokyo Game Show pada tahun-tahun sebelumnya. Tahun 2020, Indonesia berpartisipasi di event Gamescom, dengan membawa 16 peserta. Selain itu, Indonesia juga berpartisipasi pada event Tokyo Game Show 2018, dengan membawa 7 peserta.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini