Hujan Meningkat di Utara dan Timur Indonesia

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Rabu 04 Agustus 2021 08:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 04 56 2450571 hujan-meningkat-di-utara-dan-timur-indonesia-njKmiM7miF.jpg Hujan (Foto: Pixabay)

RUPANYA intensitas dan frekuensi hujan di sebagian wilayah Indonesia masih tinggi selama Juli, seperti di bagian utara yakni Sumatra, Kalimantan dan bagian timur di Papua.

Melansir unggahan Instagram Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Rabu (4/8/2021), peningkatan hujan Sumatra bagian utara masih dipengaruh anomali monsun musim panas India (Indian Summer Monsoon Index) yang memiliki penguatan dua kali dari kondisi rata-rata di Juli.

 hujan

Sedangkan peningkatan hujan Kalimantan bagian barat berkaitan aktivitas vorteks di Samudra Hindia yang pecah jadi garis badai (squall line) sehingga masuk ke Laut Jawa dan menuju Kalimantan barat.

Sementara bagian timur Indonesia, peningkatan hujan berkaitan penghangatan suhu permukaan laut perairan Indonesia sektor laut Banda-Arafura yang berpotensi meningkatkan kelembapan hingga hujan persisten di wilayah itu.

Prediksi Indian Ocean Dipole Mode (IODM) negatif menguat selama Agustus dan berpotensi memusatkan aktivitas awan dan hujan di selatan-barat Indonesia.

Kondisi basah ini diprediksi akan menetap hingga November 2021 yang didukung oleh prediksi pembentukan La Niña kembali.

Aktivitas gelombang Kelvin di laut dan di atmosfer diprediksi mengalami penguatan. Tak hanya itu juga mendorong pergerakan zona sel konveksi di wilayah Indonesia dari barat ke timur sejak Agustus hingga Desember 2021.

Vorteks di Samudra Hindia diprediksi masih terjadi slama Agustus-September & dapat memperparah kondisi basah di Jawa & sebagian Sumatra selama musim kemarau.

Probabilitas hujan ekstrem selama Agustus terkonsentrasi di timur Indonesia (Maluku, Sulawesi, Papua) dan akan menurun di September-Oktober.

Pada November 2021-Januari 2022, probabilitas hujan ekstrem terjadi di barat Indonesia (Sumatra dan Jawa).

Prediksi akumulasi curah hujan bulanan menunjukkan hujan Desember 2021-Januari 2022 di barat Indonesia cenderung menurun dibandingkan rata-rata klimatologinya.

Kondisi anomali yang lebih basah diprediksi terjadi di bagian timur Indonesia akibat dari pergerakan konveksi secara zona dari barat ke timur.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini