PPKM Level 4, Begini Cara Menjaga Keamanan Siber Selama WFH

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 14:05 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 54 2451880 ppkm-level-4-begini-cara-menjaga-keamanan-siber-selama-wfh-zm8AYDYwVG.jpg WFH (Foto: Prace)

SEJAK diberlakukannya PPKM, berbagai perusahaan kembali menerapkan sistem bekerja dari rumah atau work from home. Ini sejalan dengan kebijakan PPKM Level 4 yang sedang dijalankan.

Bekerja dari rumah, tidak hanya lingkungan tempat bekerja yang berubah, namun, juga tingkat keamanan siber yang berbeda dengan yang ada di kantor.

Seperti dilansir dari Antara, Kaspersky, perusahaan keamanan siber, memberikan panduan dasar yang bisa diterapkan selama WFH.

 WFH

1. Akses ke sistem dan layanan perusahaan

Gunakan kata sandi yang kuat untuk seluruh akun, Kaspersky menyarankan setidaknya ada 12 karakter, tidak mengandung kata yang ada dalam kamus dan menyertakan karakter khusus serta angka.

Demi keamanan, gunakan kata sandi yang berbeda untuk setiap akun. Jaga kerahasiaan kata sandi yaitu jangan membagikan dengan rekan kerja atau menyimpan dalam berkas.

Sebagai keamanan tambahan, gunakan autentikasi dua langkas (two-factor authentication) .

2. Mengelola data pribadi

Sebelum membuang dokumen, rusak berkas tersebut agar data-data yang ada di dalamnya, termasuk data pribadi, tidak bisa dibaca.

Ketika berkirim dokumen, gunakan saluran yang aman dan hanya bagikan dengan orang yang dituju, bukan untuk semua orang.

3. Ancaman siber umum

Untuk menghindari ancaman siber secara umum, cermati tautan dalam email sebelum mengklik agar tidak terjebak phishing.

Jika bekerja di bidang keuangan, jangan pernah mengirim uang ke rekening tidak dikenal berdasarkan email atau pesan langsung. Hubungi secara langsung orang yang mengizinkan transfer untuk konfirmasi.

Kaspersky menyarankan untuk tidak memakai flash disk yang tidak dikenal karena banyak kejahatan siber yang dikirim dengan cara tersebut.

4. Kontak darurat

Siapkan kontan darurat berupa nama dan nomor telepon jika terdapat masalah seperti email mencurigakan atau perilaku komputer tidak biasa.

Simpan juga kontak petugas keamanan, administrator sistem kantor dan pemilik bisnis.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini