Menkominfo: Perluasan Akses Internet Harus Sejalan dengan Pengembangan SDM

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 06 Agustus 2021 15:03 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 06 54 2451922 menkominfo-perluasan-akses-internet-harus-sejalan-dengan-pengembangan-sdm-L8Y1bgNozI.jpg Menkominfo (Foto: Antara)

SAAT ini pemerintah tengah menggenjot infrastruktur digital yang kuat dan inklusif, untuk meningkatkan konektivitas telekomunikasi di seluruh negeri sebagai upaya menjembatani kesenjangan digital.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menyatakan, perluasan akses internet harus berjalan beriringan dengan pengembangan sumber daya manusia.

Oleh karena itu, kata Johnny, pemerintah juga berupaya membekali masyarakat Indonesia dengan literasi digital.

 literasi digital

“Pembangunan infrastruktur digital sendiri harus disertai dengan pengembangan kapasitas SDM. Untuk itu, Kominfo telah memulai program komprehensif untuk membina keterampilan digital talenta digital Indonesia di tiga level, yaitu tingkat dasar, menengah, dan lanjutan,” ujarnya, Jumat (6/8/2021).

Johnny memaparkan, pada tingkat dasar, Kominfo melaksanakan Gerakan Nasional Literasi Digital Indonesia yang diberi nama Siberkreasi. Di tingkat menengah, Kominfo menyiapkan stimulus untuk melatih talenta digital melalui Program Digital Talent Scholarship (DTS) 2021.

“Di antaranya pelatihan untuk Big Data Analytic, AI, Cloud Computing, dan Cyber Security untuk menjaring talenta digital baru,” paparnya.

Di tingkat lanjutan literasi digital, Johnny mengatakan, Program DTS ditunjukan untuk para pemimpin di tingkat strategis, untuk membantu mereka mengoptimalkan teknologi digital dalam pengambilan keputusan.

Indonesia juga menargetkan peluncuran Satelit High-Throughput SATRIA-1 pada tahun 2023, untuk penyediaan akses internet di seluruh titik layanan publik Indonesia yang belum tersedia akses internet.

“Satelit multifungsi SATRIA-I ini digunakan untuk melengkapi jaringan kabel serat optik yang sudah terbangun. Jadi, ini adalah salah satu misi konektivitas inklusif yang diwujudkan dalam agenda transformasi digital,” kata Menkominfo.

Johnny memastikan keberlanjutan proyek-proyek tersebut salah satunya melalui implementasi Program Universal Service Obligation (USO).

Johnny juga mendorong kolaborasi sektor publik dan swasta untuk mendorong pengembangan infrastruktur telekomunikasi broadband di Indonesia.

“Ini untuk melengkapi regulasi primer infrastruktur digital, jadi Indonesia punya UU No. 11 Tahun 2020 tentang Cipta Kerja (Omnibus Law) yang telah disahkan tahun lalu,” tandasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini