Pengamat: Indonesia Harus Fokus pada Teknologi Luar Angkasa dan Internet

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Kamis 12 Agustus 2021 12:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 12 54 2454500 pengamat-indonesia-harus-fokus-pada-teknologi-luar-angkasa-dan-internet-HobVyckAVi.jpg Teknologi luar angkasa (Foto: Space)

USAI terciptanya pesawat N-250 Gatotkaca di tahun 1995, setiap 10 Agustus diperingati sebagai Hari Kebangkitan Teknologi Nasional. Kini peringatan tersebut telah memasuki usia ke-26 di tahun 2021.

Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha mengatakan, sebagai peringatan Hakteknas 2021, Indonesia harus bisa fokus pada tiga hal, yakni energi terbarukan, internet, dan juga teknologi luar angkasa.

 teknologi luar angkasa

“Indonesia bisa fokus pada tiga hal penting tersebut di era digital ini. Hal yang sama digunakan oleh Elon Musk untuk membangun bisnisnya dan sangat sukses saat ini. Misalnya untuk internet Elon Musk membangun Starlink, solusi internet murah yang saat ini berjalan di AS dan Kanada,” ujarnya, Rabu (11/8/2021).

Mantan Chairman Lembaga Riset Keamanan Siber CISSReC ini melihat Indonesia punya potensi itu semua. Mulai dari energi terbarukan dengan solar cell, di mana Indonesia mendapatkan matahari yang cukup sepanjang tahun, belum lagi dengan industri nikel dan baterai untuk modal mobil listrik.

Selain itu, Indonesia juga berada di garis khatulistiwa yang membuat banyak keuntungan untuk satelit beredar di atasnya. Bahkan sejak 1977, negara-negara di garis khatulistiwa sudah meminta adanya kedaulatan luar angkasa. Saat ini banyak satelit negara lain beroperasi di atas garis khatulistiwa dengan bebas.

"Karena itu perlu diperbanyak program peluncuran satelit karena kebutuhan semakin meningkat, baik untuk pertahanan maupun kebutuhan ekonomi,” terangnya.

Indonesia juga sudah memiliki Palapa Ring sebagai backbone internet. Hal yang wajib dimaksimalkan agar dalam beberapa tahun mendatang, bisa menjadi faktor penentu naiknya ekonomi digital tanah air.

Menurut Pratama, dengan memaksimalkan program Palapa Ring, ke depan Indonesia juga bisa membangun berbagai aplikasi lokal yang memang dibutuhkan oleh masyarakat. Mulai dari email, medsos, marketplace, aplikasi perpesanam, sampai solusi digital lain.

"Artinya negara hadir memberikan stimulus berupa berbagai infrastruktur pendukung,” jelas pria asal Cepu, Jawa Tengah ini.

Pada Hakteknas kali ini Pratama juga menilai sebaiknya menjadi pengingat bahwa betapa pentingnya perlindungan data pribadi di era digital saat ini. RUU PDP yang belum kunjung rampung memperpanjang ancaman kepada seluruh masyarakat tanah air.

“Kita berharap ada banyak perbaikan perlindungan data pribadi, sembari menunggu UU PDP rampung. Kemandirian di dunia siber akan membuka jalan bagi Indonesia menjadi negara yang disegani masyarakat global,” jelas Pratama.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini