Ini Usaha Kominfo Atasi Ancaman Siber dan Konten Negatif

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 13:15 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 54 2455064 ini-usaha-kominfo-atasi-ancaman-siber-dan-konten-negatif-MGJsGd4Wga.jpg Ancaman siber (Foto: Tech patro)

RUPANYA Kementerian Komunikasi dan Informatika melakukan langkah dari hulu hingga hilir untuk mengatasi ancaman siber dan konten negatif di Indonesia.

"Ketiga pendekatan ini diperlukan mengingat pentingnya keamanan siber di era digital dan terwujudnya lingkungan digital yang aman bagi masyarakat, sehingga diperlukan adanya strategi yang komprehensif dalam kultivasi kultur masyarakat yang sadar akan pentingnya literasi keamanan siber," kata Direktur Jenderal Aplikasi Informatika, Semuel Abrijani Pangerapan.

 ancaman siber

Di tingkat hulu, Kominfo fokus pada literasi digital masyarakat, yaitu Gerakan Nasional Literasi Digital Siberkreasi, bekerja sama dengan lebih dari 110 institusi yang terdiri dari komunitas, akademisi, lembaga pemerintahan dan swasta.

Di tingkat tengah, Kominfo menekankan pada tindakan pencegahan seperti memblokir akses dan menurunkan konten yang menjadi sumber penyebaran konten negatif.

Untuk tingkat ini, Kominfo menggandeng lebih dari 16 kementerian dan lembaga terkait. Sementara untuk blokir dan penurunan konten negatif, pemerintah juga bekerja sama dengan penyelenggara sistem elektronik atau platform.

Di tingkat hilir, Kominfo mendukung penegakan hukum untuk mencegah penyebaran konten negatif yang bisa meresahkan masyarakat dan mengganggu ketertiban umum.

"Dalam hal penerapan tugas ini, kami bermitra dan berkoordinasi dengan kepolisian dan kejaksaan," kata Semuel.

Seperti dikutip dari Antara, aspek pelindungan data pribadi menjadi perhatian Kominfo ketika membicarakan keamanan siber. Menurut Semuel, saat ini Indonesia memiliki lebih dari 30 peraturan yang berkaitan dengan data pribadi.

Pemerintah saat ini sedang mengupayakan peraturan primer Pelindungan Data Pribadi, yang saat ini masih berbentuk Rancangan Undang-Undang.

Menurut Semuel, saat ini pembahasan RUU PDP bersama DPR masih berlangsung.

Sambil menantikan pembahasan selesai, Kominfo juga menyiapkan tata kelola pelaksanaan RUU PDP dan edukasi masyarakat, sebagai subjek data pribadi, untuk melindungi data mereka.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini