Begini Cara Google Merayakan Hari UMKM Nasional

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 13 Agustus 2021 10:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 13 57 2454991 begini-cara-google-merayakan-hari-umkm-nasional-yKINlOseZu.jpg Kantor Google (Foto: Google)

SEIRING dengan peringatan Hari UMKM Nasional yang jatuh setiap tanggal 12 Agustus, Google mengumumkan telah berhasil melatih dua juta UMKM sejak tahun 2015 hingga saat ini.

Pencapaian tersebut terhitung sejak raksasa teknologi dunia itu meluncurkan Gapura Digital, sebagai program pelatihan keterampilan digital pertama perusahaan.

 Google

“Kami berkomitmen untuk melatih dua juta UMKM di Indonesia hingga akhir 2021. Dan pada Hari UMKM Nasional ini, kami dengan bangga mengumumkan bahwa sasaran tersebut telah tercapai, beberapa bulan lebih awal dari rencana,” jelas Randy Jusuf, Managing Director, Google Indonesia, Kamis (12/8/2021).

Dari dua juta UMKM yang dilatih Google, terdapat lebih dari 614.000 peserta perempuan yang mengikuti kelas tentang strategi konten dan pemasaran digital, cara bersiap untuk memasuki ecommerce, cara menjaga keamanan daring, dan banyak modul pelatihan lainnya.

“Kami pun sangat bangga dengan fakta bahwa lebih dari 25 persen peserta pelatihan adalah perempuan," imbuhnya.

Pada kesempatan ini, Google juga merilis hasil survei selama tiga bulan terhadap para pemilik bisnis, yang menunjukkan bagaimana UMKM di seluruh Indonesia beradaptasi dengan pandemi.

Mulai April hingga Juni 2021, Kantar melakukan survei kepada 1.571 pemilik bisnis di Jawa, Sumatra, Kalimantan, dan Indonesia Timur, yang telah mengikuti pelatihan Gapura Digital atau Women Will.

Tujuan riset yang diprakarsai Google ini adalah untuk lebih memahami bagaimana keterampilan digital membantu mereka beradaptasi, mengubah strategi, dan bahkan mendapatkan lebih banyak pelanggan.

"Melalui survei ini, kami juga ingin memahami cara terbaik untuk membantu pemilik bisnis dari skala apa pun," jelas Randy.

Menurut survei, sesudah mengikuti modul pelatihan tersebut, diklaim sebanyak 26% orang berkata bisnis mereka dapat bertahan selama pandemi, 80% mendapatkan lebih banyak pelanggan, dan 13% mencatatkan kenaikan penghasilan.

Di kalangan perempuan yang disurvei, angkanya bahkan lebih baik, yakni 30 persen mampu bertahan setelah mengalihkan bisnis mereka menjadi daring, kemudian 23 persen mengalami dampak keuangan yang positif, dan 6 persen mampu mengembangkan bisnis.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini