Di Tengah Pandemi, Industri Siber Bantu Pulihkan Ekonomi

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Rabu 18 Agustus 2021 14:40 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 54 2457290 di-tengah-pandemi-industri-siber-bantu-pulihkan-ekonomi-3vmEgbpA4e.jpg Industri siber (Foto: Sale Hoo)

RUPANYA Presiden Joko Widodo menyampaikan bahwa Indonesia harus bergeser dari ekonomi berbasis komoditi menuju ekonomi berbasis inovasi dan teknologi.

Presiden juga meminta BPPT (Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi) menjadi otak pemulihan ekonomi nasional.

Menanggapi arahan Presiden tersebut, Pakar Keamanan Siber Pratama Persadha menjelaskan, saat ini salah satu sektor yang embantu perbaikan ekonomi adalah industri siber.

 industri siber

Hal itu mengacu pada data tahun 2020, nilai transaksi perdagangan digital Indonesia mencapai lebih dari Rp253 triliun. Dan diperkirakan akan meningkat menjadi Rp330,7 triliun di tahun 2021, seperti disebut Presiden dalam sidang Tahunan MPR RI.

“Pada Situasi pandemi saat ini, pemulihan ekonomi lewat inovasi teknologi tidak bisa hanya bergantung pada BPPT saja. Lembaga negara maupun swasta lainnya juga harus didorong turut membantu inovasi teknologi serta riset," ujar Pratama, dalam keterangannya, Rabu (18/8/2021).

Menurut Pratama, selain BPPT ada juga BPS (Badan Pusat Statistik) yang bertugas melakukan riset untuk menyediakan berbagai data, misalnya mengenai perkiraan apa saja dibutuhkan oleh masyarakat Indonesia baik saat ini maupun beberapa tahun mendatang.

BRIN (Badan Riset dan Inovasi Nasional) juga dinilai bisa membantu meningkatkan kerja sama riset global dan salah satu fokusnya pada ekonomi digital.

"Dengan inovasi dan riset, pada akhirnya kita berharap agar berbagai kebutuhan masyarakat semakin terjangkau karena dipenuhi pasar dalam negeri," imbuhnya.

Di sisi lain, kolaborasi kampus dan industri dalam negeri, baik BUMN maupun swasta menjadi sangat penting. Banyak inovasi brilian dari mahasiswa maupun dosen di kampus yang produknya perlu didorong agar bisa ke level mass production.

Pratama menegaskan, saat ini salah satu industri yang bisa berkembang dengan cepat adalah industri siber. Industri siber tidak memerlukan infrastruktur seperti pabrik dengan tanah yang luas sehingga bisa mengurangi biaya investasi.

Seharusnya hal ini bisa didorong oleh pemerintah sejak awal, sebagai solusi digital buatan anak negeri yang harus ditingkatkan.

Dengan memenuhi kebutuhan siber di dalam negeri, Pratama menilai Indonesia bisa melakukan perbaikan ekonomi ditengah pandemi maupun pasca pandemi. Namun dengan syarat kebutuhan infrastruktur siber harus dipenuhi, penguatan SDM, dan riset teknologi juga harus diprioritaskan.

Contoh sukses industri siber Tanah Air sudah sangat banyak seperti Tokopedia, Bukalapak, Lazada, Gojek, Grab, dan lain sebagainya. Ini menunjukkan potensi besar dari market digital.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini