Duduki Afghanistan, Taliban Manfaatkan Facebook dan Twitter untuk Berkomunikasi

Yudi Setyowibowo, Jurnalis · Rabu 18 Agustus 2021 13:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 18 57 2457218 duduki-afghanistan-taliban-manfaatkan-facebook-dan-twitter-untuk-berkomunikasi-bj4D1EN0jX.jpg Facebook (Foto: Money control)

RUPANYA Taliban memakai berbagai media sosial Facebook, WhatsApp, dan Twitter untuk berkomunikasi dengan para pendukungnya di Afghanistan.

Dikutip dari Reuters, Facebook mengonfirmasi, mereka tetap menganggap Taliban sebagai kelompok teroris. Facebook bahkan melarang konten Taliban di platformnya.

Namun ternyata, anggota Taliban tetap memanfaatkan layanan pesan terenkripsi end-to-end Facebook, WhatsApp, untuk berkomunikasi langsung dengan warga Afghanistan meskipun perusahaan itu melarang berdasarkan aturan terhadap organisasi berbahaya.

 Taliban

Juru Bicara Facebook Inc mengatakan, pihaknya memantau dengan cermat situasi di negara itu. WhatsApp juga akan mengambil tindakan terhadap setiap akun yang terkait dengan organisasi yang terkena sanksi di Afghanistan, yang dapat mencakup penghapusan akun.

Di Twitter Inc (TWTR.N), juru bicara Taliban dengan ratusan ribu pengikut telah men-tweet pembaruan selama pengambilalihan negara itu.

Sementara, YouTube Alphabet Inc (GOOGL.O) menolak berkomentar terkait kembalinya Taliban di Afghanistan. YouTube mengatakan layanan berbagi video bergantung pada pemerintah untuk mendefinisikan "Organisasi Teroris Asing" (FTO) untuk memandu penegakan situs tersebut.

Kembalinya Taliban telah menimbulkan kekhawatiran akan menindak kebebasan berbicara dan hak asasi manusia, terutama hak-hak perempuan, dan bahwa negara itu bisa menjadi surga sekali lagi bagi terorisme global.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini