BSSN: Terdapat 741 Juta Serangan Siber dari Januari-Juli 2021

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 11:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 54 2460202 bssn-terdapat-741-juta-serangan-siber-dari-januari-juli-2021-H4u6uWDiiL.jpg Serangan siber (Foto: Tech patro)

RUPANYA pemanfaatan teknologi informasi komunikasi berbanding lurus dengan resiko ancaman keamanan. Hal ini menjadi perhatian banyak pihak untuk mengamankan ruang siber, termasuk Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN)

Menurut data BSSN dipusat operasi keamanan siber, tercatat ada sekitar 741 juta anomali trafik atau serangan siber yang terjadi mulai Januari hingga Juli 2021.

 serangan siber

Kepala BSSN Hinsa Siburian menjelaskan, ada sebanyak 741.441.648 serangan siber di Indonesia. Tertinggi terjadi di bulan Mei sebanyak 186.202.637 serangan.

Ia melanjutkan, kategori anomali terbanyak yakni malware, denial of service dan trojan activity. Sedangkan trennya adalah serangan ransomware atau malware yang meminta tebusan, kemudian insiden data leaks atau kebocoran data.

"Adapun sebaran sektor yang terkait dengan kebocoran data lebih banyak yang diserang pemerintahan," ujarnya saat mengisi webinar "Indonesia's Digital Transformation & Cybersecurity, Selasa (24/8/2021).

Lebih rinci menurut data yang dipaparkan Hinsa, ada beberapa sektor yang terkait dengan kebocoran data akibat malware yakni pemerintah 45,5 persen, sektor keuangan 21,8 persen, telekomunikasi 10,4 persen.

Kemudian diikuti transportasi dan penegakan hukum masing-masing sama 10,1 persen dan BUMN lainnya 2,1 persen.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini