Share

Dorong Transformasi Digital, Kominfo Tingkatkan Literasi Digital

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 13:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 54 2460259 dorong-transformasi-digital-kominfo-tingkatkan-literasi-digital-o8iQdPniFH.jpg Transformasi digital (Foto: GSMA)

DALAM rangka melakukan transformasi digital, Kementerian Komunimasi dan Informatika (Kominfo) membuat 5 langkah dalam upaya berakselerasi, sesuai arahan Presiden Joko Widodo.

Direktur Pemberdayaan Informatika Ditjen Aptika Kominfo Boni Pudjianto memaparkan, langkah-langkah tersebut adalah ekspansi akses internet, kedua desain peta jalan digital transformasi di strategik sektor, integrasi data nasional, peningkatan SDM, dan pembuatan aturan.

 transformasi digital

Untuk mewujudkan cita-cita tersebut, negara sudah memiliki ekosistem berupa 342.298 km jaringan kabel fiber optik yang tersebar di seluruh Indonesia.

Salah satu sasaran dari program percepatan transformasi digital nasional adalah memperkuat akses dan kualitas layanan digital atau internet hingga ke pelosok negeri. Satelit Satria-I adalah jawabannya.

"Melalui teknologi high throughput satellite (HTS), proyek Satelit Satria-I pada 2023 akan menghadirkan internet dengan kapasitas 150 gigabytes (Gbps) di 150.000 titik layanan publik," kata Boni, dalam acara Transfromasi Digital dan Keamanan Siber Indonesia, secara virtual, Selasa (24/8/2021).

Namun, Boni menegaskan, ekosistem tak akan berjalan mulus tanpa adanya talenta yang mempuni. Pemerintah menargetkan hingga 2024 dapat menciptakan 50 juta talenta digital demi menopang ekonomi digital nasional.

"Kami terus berkolaborasi. Harapannya tercipta 12 juta masyarakat Indonesia bisa terliterasi dalam setahun," papar Boni.

Dalam peningkatan literasi tersebut, lanjut Boni, ada empat pilar utama yang menjadi fokus dari Kominfo, yakni kemampuan digital, kultur digital, etnik digital, dan keamanan digital.

Boni mengelaborasikan, dalam hal kemampuan digital setiap individu diharapkan bisa mengentahui, memahami, dan menggunakan hardware dan software TIK, serta mengoperasikan sistem tersebut untuk meningkatkan produktivitas.

Kemudian secara kultur digital, individu diharapkan membiasakan perilaku di ruang digital dengan wawasan kebangsaan, termasuk nilai-nilai Pancasila dan Bhinneka Tunggal Ika.

Boni melanjutkan, secara etnik digital, individu diharapkan bisa mengimplementasikan kebiasaan yang mencerminkan integritas, profesionalisme, norma, dan kearifan lokal.

"Dari keamanan digital, individu diharapkan bisa mengenali, berkolaborasi, mengimplementasi, menganalisa, meningkatkan kesadaran, atas perlindungan data pribadi dan keamanan digital," kata Boni.

(DRM)

Berita Terkait

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini