Puncak Bulan Purnama, Ini Penjelasan LAPAN

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Selasa 24 Agustus 2021 17:37 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 24 56 2460466 puncak-bulan-purnama-ini-penjelasan-lapan-UEZmDwZhWC.jpg Bulan (Foto: LTX)

BANYAK orang menganggap bahwa puncak Bulan Purnama selalu jatuh di malam ke-15 penanggalan Hijriah. Benarkah demikian?

Peneliti Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN) Andi Pangerang menjelaskan melalui unggahan akun Instagram resmi LAPAN.

 bulan purnama

Dimulai dari Penanggalan Hijriah, adalah penanggalan yang digunakan oleh umat Islam yang mana sistemnya didasarkan pada peredaran Bulan mengelilingi Bumi.

Fenomena yang digunakan untuk menandai tanggal 1 setiap bulannya adalah terlihatnya Bulan sabit muda yang sangat tipis, lazim disebut hilal, beberapa saat setelah Matahari terbenam.

"Selang waktu dari Bulan Baru ke Bulan Baru berikutnya berkisar antara 29 hari 5,5 jam hingga 29 hari 20 jam," tulisnya.

Inilah yang membuat terkadang umur bulan dalam penanggalan Hijriah terkadang 29 hari, terkadang 30 hari, terkadang berselang-seling 29 dan 30 hari, terkadang dua bulan berturut-turut 29 hari dan terkadang dua bulan berturut-turut 30 hari.

Kemunculan hilal sendiri rata-rata 15 jam setelah fase Bulan Baru astronomis, sementara selang waktu dari Bulan Baru astronomis hingga Purnama astronomis rata-rata 14 hari 18,4 jam.

Jadi, apabila selang waktu dari Bulan Baru astronomis ke Purnama astronomis lebih kecil dari rata-ratanya, maka purnama astronomis akan jatuh pada malam ke-14.

Sedangkan jika selang waktu dari Bulan Baru astronomis ke Purnama lebih besar dari rata-ratanya dan selang waktu dari Bulan Baru astronomis hingga kemunculan hilal lebih kecil atau sama dengan rata-ratanya, maka purnama astronomis akan jatuh pada malam ke-16.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini