Penemu di Kenya Berhasil Ciptakan Bio-Robotik Prostetik

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Jum'at 27 Agustus 2021 11:17 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 56 2461989 penemu-di-kenya-berhasil-ciptakan-bio-robotik-prostetik-6JYY7j6iq5.jpg Bio robotik (Foto: ist)

PERKEMBANGAN teknologi telah menyapa seluruh dunia. Berbagai kreativitas muncul dan menghasilkan inovasi berkat teknologi.

Misalnya penemu di Kenya yang berhasil menciptakan tangan bio-robotik prostetik. Hebatnya, lengan tersebut dikontrol oleh sinyal dari otak, layaknya anggota tubuh.

Melansir dari Al Jazeera, Jumat (27/8/2021), penciptanya adalah David Gathu dan Moses Kinyua. Mereka merupakan dua mahasiswa drop out dari universitas karena masalah biaya.

 robot

Tetapi keluar dari kampus tak menghentikan mereka. Tangan bio-robotik ini bisa diciptakan karena mereka mencoba menjadi engineering secara otodidak.

"Alasan kami menciptakan tangan bio-robotik ini karena kami ingin membantu orang-orang yang telah kehilangan anggota tubuhnya," kata David.

"Tujuan kami ingin memberikan mereka sesuatu yang bisa menolong mereka atau bisa membantu mereka melakukan aktivitas sehari-hari, tak lagi menjadi orang yang bergantung dengan orang lain," tambahnya

Melalui robot ini, singal pada otak pengguna diubah menjadi arus listrik menggunakan headset penerima. Arus listrik kemudian mengirimkannya ke sirkuit robot sehingga memberikan kemampuan tangan tersebut bergerak.

Departemen Kesehatan Kenya, mengatakan bahwa prostetik tubuh bagian atas sangat terbatas di Kenya.

"Penemuan tangan prostetik ini merupakan bagian dari teknologi yang akan menuju ke arah yang lebih besar. Tak hanya akan meningkatkan ekonomi kita, tapi juga akan diterima di masyarakat luas," ungkap David Gichimu, Kepala Rehabilitasi Klinik APDK.

"Setidaknya robot ini tidak sulit untuk digunakan oleh orang dengan disabilitas. Ini cukup mengubah permainan dalam hal amputasi atau rehabilitasi," imbuhnya.

Tangan robot ini terbuat dari beberapa material, termasuk kayu daur ulang. Dan bisa bergerak vertikal maupun horizontal.

Saat David dan Moses belum bisa memproduksinya secara masif karena masalah pendanaan. Tapi mereka berharap bisa membantu orang sebanyak mungkin.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini