China Bangun Fasilitas yang Bisa Panen Energi Matahari

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Sabtu 28 Agustus 2021 06:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 27 56 2462304 china-bangun-fasilitas-yang-bisa-panen-energi-matahari-4vriZHajnq.jpg Matahari (Foto: B&H)

RUPANYA China membangun fasilitas untuk memanen energi Matahari dari panel yang mengorbit dan menjadikannya sebagai sumber energi. Fasilitas yang dibangun di distrik Bishan ini dijadwalkan selesai pada akhir tahun 2021.

Anggota proyek, Zhong Yuanchang, seorang profesor di Chongqing University's School of Microelectronics and Communication Engineering menyebutkan, proyek tersebut sempat tertunda.

 Matahari

Infrastruktur yang disebut Pembangkit Listrik Tenaga Surya Luar Angkasa Bishan, atau Pangkalan Bishan itu pernah dihentikan pada 2010 karena tekanan politik dan campur tangan dari sisi keuangan. Namun pada Juni lalu, proyek ini diputuskan untuk dilanjutkan.

Dilansir dari The Register, Jumat (27/8/2021), nantinya, akan ada stasiun di Bumi yang dirancang untuk mengumpulkan energi Matahari secara nirkabel dari pembangkit listrik panel surya di orbit Bumi.

Keuntungan tenaga surya yang dikumpulkan langsung dari luar angkasa adalah tidak terpengaruh kondisi cuaca dan waktu malam.

Pangkalan Bishan direncanakan menjadi fasilitas pembangkit listrik skala besar pertama di China untuk pengujian, pengintegrasian pengamatan, dan pengembangan cara baru untuk memanfaatkan daya ini.

Tapi untuk saat ini, para peneliti sedang membangun pembangkit listrik uji skala kecil untuk digunakan pada tahun 2030. Untuk melakukan itu, tim harus menguji transmisi dari ketinggian rendah, sebelum pindah ke ketinggian yang menggunakan transmisi daya tegangan ultra-tinggi, hingga akhirnya menggunakan transmisi nirkabel dari orbit.

China bermimpi di tahun 2050, mereka bisa membangun pembangkit listrik tenaga surya ruang komersial berskala gigawatt.

Zhong mengatakan, untuk saat ini tim peneliti menggunakan balon udara di ketinggian sebagai platform terapung untuk melakukan uji transmisi daya gelombang mikro di ketinggian 300 meter.

Konsep panel surya yang memancarkan daya nirkabel kembali ke Bumi bukanlah hal baru. Pada tahun 1941 Isaac Asimov menggambarkan teknologi tersebut dalam cerita pendek fiksi ilmiahnya Reason dan pada awal 1970-an Peter Glaser menerima paten untuk desain untuk mengirimkan daya dari satelit ke Bumi menggunakan gelombang mikro.

NASA juga telah mengeksplorasi konsep tersebut beberapa kali, dan badan antariksa Jepang (JAXA) sudah mulai mengembangkan sistem tenaga surya ruang angkasa pada tahun 1998 yang masih berjalan.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini