Catat, Indonesia Alami Hari Tanpa Bayangan pada September-Oktober 2021

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Sabtu 28 Agustus 2021 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 28 56 2462571 catat-indonesia-alami-hari-tanpa-bayangan-pada-september-oktober-2021-GsV8DxaBCW.jpg Ilustrasi warga mengamati fenomena alam Hari Tanpa Bayangan. (Foto: Heri Purwadi/iNews)

SEJUMLAH wilayah Indonesia dilaporkan akan mengalami Hari Tanpa Bayangan pada September–Oktober mendatang. Fenomena akibat matahari berada tepat di atas wilayah Indonesia tersebut bakal terjadi dua kali pada tahun ini. Diketahui, Indonesia terbentang pada titik koordinat 6 derajat Lintang Utara hingga 11 derajat Lintang Selatan dan dibelah oleh Garis Khatulistiwa.

Kejadian Hari Tanpa Bayangan Matahari ini sebelumnya telah terjadi pada akhir Februari hingga awal April lalu. Sedangkan fenomena yang kedua akan terjadi antara 6 September hingga 21 Oktober 2021.

Baca juga: 6 Fakta Tentang Fenomena Hari Tanpa Bayangan 

Andi Pangerang, peneliti dari Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), mengatakan ketika posisi matahari berada di atas wilayah Indonesia, tidak ada bayangan yang terbentuk oleh benda tegak tidak berongga saat tengah hari.

Ilustrasi matahari tepat di atas wilayah Indonesia.

Ia menjelaskan, fenomena ini selalu terjadi dua kali dalam setahun untuk kota-kota atau wilayah yang terletak di antara dua garis. Garis Balik Utara (Tropic of Cancer; 23,4 derajat Lintang Utara) dan Garis Balik Selatan (Tropic of Capricorn; 23,4 derajat Lintang Selatan).

Baca juga: Apa Itu Hari Tanpa Bayangan? 

Sementara untuk kota-kota yang terletak tepat di Garis Balik Utara dan Garis Balik Selatan, hanya akan mengalami hari tanpa bayangan matahari sekali dalam setahun, yakni ketika Solstis Juni (20/21 Juni) untuk Garis Balik Utara, maupun Solstis Desember (20/21 Desember) untuk Garis Balik Selatan.

"Di luar ketiga wilayah tersebut, matahari tidak akan berada di Zenit ketika tengah hari sepanjang tahun, melainkan agak condong ke Selatan untuk belahan Bumi Utara maupun agak condong ke Utara untuk belahan Bumi Selatan," jelasnya, Sabtu (28/8/2021).

Andi menambahkan, cara paling sederhana bagi masyarakat bisa mengamati detik-detik hari tanpa bayangan matahari adalah dengan menggunakan benda tegak seperti tongkat atau spidol atau benda lain yang bisa diberdirikan.

Caranya, letakkan di permukaan yang rata dan kemudian amati sesuai dengan jam yang telah ditentukan. Di Jakarta, momen hari tanpa bayangan matahari dapat diamati pada tanggal 9 Oktober, pukul 11.39 WIB.

Baca juga: Tak Mau Kalah dari Waze, Google Maps Hadirkan Fitur Baru Tarif Tol 

Ilustrasi Hari Tanpa Bayangan.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini