Kominfo Fasilitasi Inovasi dan Latih Talenta Digital untuk Pemulihan Ekonomi Nasional

Fikri Kurniawan, Jurnalis · Minggu 29 Agustus 2021 11:14 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 29 54 2462773 kominfo-fasilitasi-inovasi-dan-latih-talenta-digital-untuk-pemulihan-ekonomi-nasional-CZjUVYMeYj.jpg Menkominfo Johnny G Plate (Foto : Kominfo)

MENTERI Komunikasi dan Informatika (Menkominfo), Johnny G. Plate, menyatakan saat ini pemerintah tengah berupaya merancang kebijakan komprehensif untuk mendukung pemulihan ekonomi nasional.

Salah satu upaya yang dilakukan dengan memfasilitasi inovasi sektor teknologi dan penyediaan talenta, agar bisa mendukung peningkatan ekonomi digital.

Menurut Johnny, government spending menjadi stimulus penting untuk mengatasi ekonomi. Ia menambahkan, seluruh negara di dunia diprediksi mulai mengadopsi pengetatan kebijakan fiskal di tahun 2021.

"Indonesia sendiri telah menerapkan kebijakan fiskal yang agresif, bahkan sampai dibuka ruang di mana Indonesia membuka disiplin fiskal yang sebelumnya terbilang konservatif,” jelas Johnny, dalam keterangannya, Sabtu (28/8/2021).

Menkominfo

Politikus Partai Nasdem itu juga menyampaikan, dengan posisi defisit anggaran yang dibatasi sesuai amanat Undang-Undang Keuangan Negara, 3% dari produk domestik bruto menjadi sangat agresif.

“Bahkan sampai dengan dibuka ruang 10%. Pemerintah dengan kehati-hatiannya memanfaatkan 6,1%, pelebaran hutang kita dari PDB di tahun 2020 dan perlahan semakin diketatkan 5,7% dari PDB Indonesia tahun 2021,” tuturnya.

Saat ini, lanjut Johnny, proses sirkulasi pembahasan anggaran pendapatan dan belanja negara sedang berlangsung di DPR RI untuk tahun 2022. Dengan kebijakan itu, Johnny mengakui adanya dampak terhadap pelaku industri termasuk dari sektor jasa keuangan.

“Untuk itu, pelaku industri perlu mengantisipasi dampak dari kebijakan pengetatan fiskal secara bertahap ini, seperti dampak terhadap tingkat suku bunga crowding in out effect, iklim kompetisi, hingga pembiayaan inovasi berbasis teknologi digital,” tuturnya.

Ia menegaska, pemerintah sudah berupaya melakukan intervensi agar bisa meningkatkan kualitas pertumbuhan ekonomi khususnya investasi pada human capital.

“Dalam hal ini, termasuk tentunya Digital Talent (talenta digital). Kita ingin agar pertumbuhan yang ditopang konsumsi juga ditopang produksi dan investasi dan ekspor yang memadai pada saat kita masuk ke recovery proses ekonomi nasional kita,” tandasnya.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini