Kecepatan dan Jangkauan Jaringan 5G di Korsel Meningkat

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Selasa 31 Agustus 2021 11:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 08 31 54 2463763 kecepatan-dan-jangkauan-jaringan-5g-di-korsel-meningkat-bxFu0UncRo.jpg Jaringan 5G (Foto: IT Web)

RUPANYA kecepatan dan jangkauan jaringan 5G di Korea Selatan (Korsel) meningkat tahun ini, ketika negara itu tengah berusaha menetapkan cakupan nasional jaringan tersebut tahun depan, kata Kementerian ICT, dikutip dari Yonhap, Selasa.

Kecepatan mengunduh menggunakan jaringan 5G dari tiga operator seluler utama yakni SK Telecom Co., KT Corp., dan LG Uplus Corp. rata-rata mencapai 808,45 Mbps pada paruh pertama tahun ini. Sedangkan tahun lalu, kecepatan mengunduh mengguna tiga operator seluler tersebut adalah 690,47 Mbps.

 Jaringan 5G

SK Telecom menjadi yang tercepat dengan kecepatan rata-rata mencapai 923,2 Mbps, diikuti oleh KT pada 782,21 Mbps dan LG Uplus Corp pada 719,94 Mbps.

Seperti dilansir dari Antara, pemerintah juga merilis laporan kualitas layanan 5G dua kali dalam setahun, bertujuan agar jaringan 5G dapat tersedia secara nasional di 85 kota dan daerah pedesaan pada tahun 2022.

Cakupan jaringan 5G SK Telecom, KT, dan LG Uplus Corp rata-rata mencapai 6.271,12 kilometer persegi, lebih luas dibandingkan tahun lalu yang menjangkau 5.409,3 kilometer persegi.

Kementerian mengatakan jaringan itu tersedia di tujuh kota besar termasuk Seoul, sementara jangkauan di 78 kota kecil lainnya difokuskan di daerah berpenduduk padat.

Laporan tersebut juga menemukan adanya peningkatan dalam stabilitas jaringan 5G. Selama pengunduhan, peralihan ke jaringan 4G LTE hanya 1,22 persen, lebih rendah dibandingkan tahun 2020 yang mencapai 5,49 persen.

Sebagian besar operator seluler menawarkan layanan 5G pada mode non-mandiri yang membutuhkan dukungan dari layanan 4G LTE. Namun, KT mulai menyediakan 5G mandiri sejak bulan lalu, meski baru tersedia di beberapa perangkat.

Pada Juni, sekitar 16,5 juta orang Korea Selatan telah berlangganan jaringan 5G, 23 persen dari total 71,6 juta pelanggan jaringan seluler negara itu.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini