202,6 Juta Rakyat Indonesia Sudah Terkoneksi Internet

Muhammad Sukardi, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 11:10 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 54 2464326 202-6-juta-rakyat-indonesia-sudah-terkoneksi-internet-ygZEvbkmoM.jpg Main internet (Foto: Her agenda)

RUPANYA transformasi digital yang digaungkan pemerintah dalam upaya memajukan Indonesia memerlukan tekat kuat dari semua pihak. Bukan hanya pemerintah sebagai penyedia layanan digital, tetapi keterlibatan masyarakat pun sangat penting untuk menjamin keberlangsungan ekosistem digital tersebut.

Menteri Komunikasi dan Informatika Johnny G. Plate menerangkan bahwa hingga saat ini, keterlibatan masyarakat Indonesia dalam dunia digital sudah sangat masif. Ini menjadi kekuatan untuk bisa mencapai target transformasi digital yang diharapkan.

 menkominfo

"Sebanyak 202,6 juta orang sudah terkoneksi dengan internet dengan 'penetration rate'-nya sebesar 73,7%," katanya dalam forum SEA IGF 2021 secara daring, Rabu (1/9/2021).

Tingginya angka pengguna internet ini sayangnya dibarengi juga masifnya informasi keliru yang berseliweran di media sosial. Menurut catatan Kementerian Komunikasi dan Informatika, per Juni-Juli 2021 saja serangan siber sebanyak 741.441.848 atau sekitar 40 kabar hoaks tersebar setiap detiknya.

Ini menjadi catatan penting bagi semua pihak, terkhusus pemerintah untuk menjamin bahwa masyarakat mendapatkan informasi yang valid sehingga internet digunakan sebagai ruang positif, bukan menebar sesuatu yang keliru.

Di sisi lain, keberadaan internet itu sendiri sejatinya belum merata untuk masyarakat Indonesia. Karena itu, Direktur Jenderal Sumber Daya dan Perangkat Pos dan Informatika Kominfo, Ismail, memastikan warga Indonesia akan terhubung dengan internet seluruhnya.

"Transformasi digital tentu akan sangat memberi dampak luar biasa bagi Indonesia jika semua warga Indonesia masuk ke dunia internet. Tidak boleh ada yang ketinggalan," ujarnya di acara yang sama.

Memastikan semua orang terkoneksi dengan internet, menurut Ismail diperlukan 3 komponen utama yaitu internet yang tersedia di mana pun, berkualitas, dan 'affordable'.

"Jadi, infrastruktur (internet) ini hadir di mana saja, dengan kualitas oke, dan biaya terjangkau. Saya enggak bilang murah, karena murah atau mahal itu sangat relatif, tetapi intinya terjangkau sesuai dengan pendapatan warganya secara umum," papar Ismail.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini