Facebook Siap Kurangi Berita Politik di Platform-nya

Andaru Danurdana, Jurnalis · Rabu 01 September 2021 12:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 01 57 2464410 facebook-siap-kurangi-berita-politik-di-platform-nya-hfVqmUh7k4.jpg Facebook (Foto: The verge)

RUPANYA Facebook tengah menjalankan eksperimen mengurangi berita-berita politik di halaman depannya. Hal ini mendapatkan hasil yang cukup positif di beberapa negara, percobaan ini akan diperluas dan mencakup beberapa negara seperti Swedia, Spanyol, Costa Rica, dan Irlandia.

Dilansir dari The Verge, Rabu (1/9/2021), Facebook mengabarkan bahwa percobaan kali ini akan melibatkan penyaringan reaksi positif dan negatif yang diterima Facebook ketika mereka mempromosikan konten.

 Facebook

“Beberapa unggahan pasti selalu mendapatkan reaksi, dan reaksi ini adalah salah satu faktor yang Facebook pertimbangkan untuk menilai unggahan mana yang pantas dipromosikan,” ujar representatif Facebook.

"Lalu berdasarkan timbal balik yang kami dapat, kami melihat bahwa kami mendapat banyak reaksi negatif ketika mempromosikan konten bermuatan politik,” tambahnya.

Sebaliknya, Facebook juga akan mengawasi reaksi dari pengguna ketika mempromosikan konten di luar berita politik. Facebook mengakui bahwa percobaan ini mampu mempengaruhi konten-konten berita dan berjanji akan mencari solusi untuk memuaskan semua pengguna, perorangan maupun perusahaan.

Sebelumnya, Facebook telah mengurangi berita-berita politik di linimasa pengguna dari negara Kanada, Brazil, Amerika, dan Indonesia. Tak lama Facebook juga mengumumkan akan lebih mempromosikan unggahan yang positif dan menginspirasi, juga menyediakan cara agar para pengguna bisa menyampaikan rasa tidak suka mereka terhadap suatu konten.

Perubahan ini datang di tengah perdebatan para pembuat konten dan pengguna Facebook yang kesulitan menemukan interaksi seperti apa yang paling berpengaruh di Facebook.

Beberapa pengguna menganggap berkomentar dan membagikan unggahan adalah salah satu cara yang paling mudah untuk menaikkan sebuah konten, dan karena itu linimasa mereka kini sering dibanjiri berita politik.

Namun Facebook membantah klaim tersebut dan mengungkap bahwa kebanyakan berita politik hanya memakan 6% saja dari linimasa pengguna. Mustahil bagi seorang pengguna untuk menemukan konten berita tak berhubungan di linimasa mereka kecuali mereka memang hanya mengikuti akun-akun berita.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini