Share

WhatsApp Didenda Rp 3,8 Triliun, Apa Penyebabnya?

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Jum'at 03 September 2021 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 03 57 2465607 whatsapp-didenda-rp-3-8-triliun-apa-penyebabnya-EW0WUBNaFn.jpg WhatsApp (Foto: Metro)

RUPANYA WhatsApp didenda sekitar Rp3,8 triliun oleh komisi perlindungan data Irlandia. Penyebabnya karena anak usaha Facebook itu melanggar aturan data privasi milik Uni Eropa.

Data Protection Commission Irlandia mengatakan, WhatsApp tidak memberikan transparansi pada masyarakat Uni Eropa mengenai apa yang dilakukan pada data mereka.

 WhatsApp

Mengutip laman Standard, Jumat (3/9/2021), WhatsApp dianggap gagal memberitahu pengguna Eropa soal bagaimana informasi pribadi mereka dikumpulkan dan digunakan. Selain itu WhatsApp berbagi informasi pengguna dengan perusahaan lain yang dimiliki Facebook.

Selain denda, Data Protection Commission (DPC) di Dublin telah mengeluarkan “teguran” kepada WhatsApp, dan memerintahkannya agar pemrosesannya sesuai dengan standar UE.

Penyelidikan dimulai pada 10 Desember 2018 dan WhatsApp diperiksa apakah telah memenuhi kewajibannya berdasarkan Peraturan Perlindungan Data Umum (GDPR) UE.

Ini adalah denda kedua dan terbesar yang dikeluarkan oleh DPC di bawah GDPR, setelah Twitter terkena penalti 450.000 euro pada 2020 karena pelanggaran keamanan.

Dalam sebuah pernyataan, WhatsApp mengatakan denda itu "tidak proporsional" dan mengatakan akan mengajukan banding atas putusan tersebut.

“WhatsApp berkomitmen untuk menyediakan layanan yang aman dan pribadi.Kami telah bekerja untuk memastikan informasi yang kami berikan transparan dan komprehensif dan akan terus melakukannya," ujar pihak WhatsApp.

“Kami tidak setuju dengan keputusan ini mengenai transparansi yang kami berikan kepada orang-orang pada tahun 2018 dan hukumannya sepenuhnya tidak proporsional,” sambung pernyataan tersebut.

DPC awalnya mengenakan denda yang lebih kecil dari yang ditetapkan, tapi keputusannya ditentang oleh regulator di negara-negara anggota UE lainnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini