Ini Berbagai Wilayah di Indonesia untuk Saksikan Fenomena Hari Tanpa Bayangan

Fahmi Firdaus , Jurnalis · Senin 06 September 2021 12:54 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 06 56 2466821 ini-berbagai-wilayah-di-indonesia-untuk-saksikan-fenomena-hari-tanpa-bayangan-AgZ6qGF5dJ.jpg Bayangan (Foto: Pixabay)

RUPANYA hari tanpa bayangan atau kulminasi akan terjadi di sejumlah wilayah Indonesia mulai hari ini, Senin (6/9/2021) hingga 21 Oktober 2021.

Seperti diketahui, hari tanpa bayangan adalah fenomena saat matahari berada di posisi paling tinggi di langit. Untuk di Indonesia, fenomena hari tanpa bayangan ini berlangsung dua kali dalam setahun. Periode pertama adalah pada Februari hingga April 2021.

 bayangan

Peneliti Pusat Sains dan Antariksa Lembaga Penerbangan dan Antariksa Nasional (LAPAN), Andi Pangerang menjelaskan, cara melihat terjadinya fenomena hari tanpa bayangan dan menikmatinya dengan menggunakan beberapa cara yang terbilang mudah.

"Masyarakat dapat menggunakan benda tegak seperti tongkat, spidol atau benda lain yang disimpan dengan posisi tegak," ujar dikutip dari situs Lapan.

Masyarakat yang ingin menyaksikan fenomena hari tanpa bayangan, bisa mempersiapkan sejumlah alat-alat yang mudah didapat. Berikut ini cara menyaksikan fenomena langka tersebut:

1. Siapkan benda tegak seperti tongkat, spidol atau benda lain yang dapat berposisi tegak berdiri,

2. Letakkan di permukaan yang rata

3. Amati bayangan pada jadwal yang sudah ditentukan

4. Jika sudah, masyarakat dapat mengabadikan fenomena itu menggunakan penangkap gambar seperti kamera, sebagai bukti kalau pada momentum itu bayangan pada benda peraga benar-benar tidak ada.

Lalu kapan jadwal dan wilayahnya?

 

Indonesia bagian barat

- Sabang; 6 September 2021 pada pukul 12.36 WIB

- Banda Aceh; 7 September, pukul 12.36 WIB

- Medan; 13 September, pukul 12.21 WIB

- Tanjungpinang; 20 September, pukul 11.55 WIB

- Pekanbaru; 21 September, 12.07 WIB

- Padang; 25 September pukul 12.10 WIB

- Jambi; 27 September, pukul 11.56 WIB

- Pangkalpinang; 28 September, pukul 11.46 WIB

- Bengkulu; 2 Oktober, pukul 12.00 WIB

- Bandarlampung; 7 Oktober, pukul 11.46 WIB

- Serang; 8 Oktober, pukul 11.42 WIB

- Jakarta; 9 Oktober, pukul 11.39 WIB

- Bogor; 10 Oktober, pukul 11.39 WIB

- Bandung; 11 Oktober, pukul 11.36 WIB

- Semarang; 11 Oktober, pukul 11.25 WIB

- Surabaya; 11 Oktober, pukul 11.15 WIB

- Sumenep; 11 Oktober, pukul 11.11 WIB

- Surakarta; 12 Oktober, pukul 11.23 WIB

- Pangandaran; 13 Oktober, pukul 11.31 WIB

- Yogyakarta; 13 Oktober, pukul 11.24 WIB

- Banyuwangi; 14 Oktober, pukul 11.08 WIB

- Nunukan; 12 September, pukul 12.07 WIB

Indonesia bagian tengah

- Tarakan; 14 September, pukul 12.05 WITA

- Tanjungselor; 15 September, pukul 12.05 WITA

- Pontianak; 23 September, pukul 11.35 WITA

- Samarinda; 24 September, pukul 12.03 WITA

- Balikpapan; 26 September, pukul 12.03 WITA

- Palangkaraya; 28 September, pukul 11.14 WITA

- Banjarmasin; 1 Oktober, pukul 12.11 WITA

- Buleleng; 14 Oktober, pukul 12.05 WITA

- Denpasar; 15 Oktober, pukul 12.04 WITA

- Mataram; 15 Oktober, pukul 12.01 WITA

- Sumbawabesar; 15 Oktober, pukul 11.56 WITA

- Labuhanbajo; 15 Oktober, pukul 11.46 WITA

- Waingapu; 18 Oktober, pukul 11.46 WITA

- Kupang; 19 Oktober, pukul 11.30 WITA

- Rote Dao; 21 Oktober, pukul 11.31 WITA

- Manado; 19 September, pukul 11.34 WITA

- Majene; 2 Oktober, pukul 11.53 WITA

- Kendari; 3 Oktober,pukul 11.38 WITA

- Wakatobi; 6 Oktober, pukul 11.33 WITA

- Makassar; 6 Oktober, pukul 11.50 WITA

Indonesia bagian timur

- Sofifi; 21 September, pukul 12.22 WIT

- Sorong; 25 September, pukul 12.06 WIT

- Manokwari; 25 September, pukul 11.55 WIT

- Biak; 26 September, pukul 11.46 WIT

- Jayapura; 29 September, pukul 11.27 WIT

- Ambon; 2 Oktober, pukul 12.16 WIT

- Merauke; 14 Oktober, pukul 11.24 WIT.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini