Telegram Sindir Fitur Baru WhatsApp 'Jadul'

Amril Amarullah, Jurnalis · Selasa 07 September 2021 12:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 07 54 2467379 telegram-sindir-fitur-baru-whatsapp-jadul-niBthyeXhQ.jpg Telegram kembali sindir WhatsApp (foto: IST)

JAKARTA – Fitur baru WhatsApp atau fitur transfer chat dari iPhone ke Android yang baru saja diluncurkan mendapat kritik atau sindiran dari sanga pesaing. Telegram menyebut, aplikasi milik Facebook ini sudah ketinggalan zaman atau jadul.

Menurut Telegram aplikasi yang baru diluncurkan WhatsApp itu sudah dimiliki sebelumnya oleh Telegram. Bukan hanya jadul, Telegram juga menyindir WhatsApp bahwa fitur barunya masih tersedia secara terbatas. Terlebih, transfer data chat dari iPhone ke Android masih menggunakan kabel data.

Baca JugaPendiri Telegram Sindir WhatsApp Tidak Pernah Aman

Seperti dikutip dari Gizchina, Instagram sudah memiliki fitur yang bisa langsung backup chat secara otomatis menggunakan cloud. Sehingga tanpa perlu repot harus menggunakan kabel dan bekerja lebih rumit.

Untuk diketahui, apa yang dilakukan Telgram terhadap WhatsApp di media sosial ini bukanlah kali pertama. Bahkan, ketika WhatsApp membuat kebijakan dengan mengubah aturan baru untuk berbagi data pengguna ke Facebook.

Baca JugaApa Bedanya WhatsApp dan Telegram?

Tak mau ketinggalan momen, Telegram mengklaim diri sebagai aplikasi perpesanan instan teraman.

Pendiri Telegram, Pavel Duro pernah juga mempertanyakan keamanan layanan pesaingnya WhatsApp. Menurutnya, meski WhatsApp memiliki pengguna lebih banyak lagi Telegram. Namun, karena masalah yang dihadapi WhatsApp baru-baru ini pengguna WhatsApp memilih untuk beralih ke aplikasi pesan alternatif.

Pengusaha asal Rusia tersebut bahkan mengkritik pedas WhatsApp terhadap fakta bahwa data yang disimpan pengguna di ponsel mereka (termasuk foto, video, email, dan teks) dapat diperoleh oleh peretas. Dalam sebuah posting blog yang disebut "Mengapa WhatsApp Tidak Akan Pernah Aman," Durov menjelaskan mengapa insiden yang menimpa WhatsApp sama sekali tidak mengejutkannya.

Dia juga mengatakan jika dalam 10 tahun keberadaan WhatsApp, belum ada satu hari pun ketika aplikasi tersebut aman. Dia juga mengungkapkan jika WhatsApp langganan dalam masalah keamanan dari tidak adanya fitur enkripsi end-to-end.

Aplikasi pesaing WhatsApp kini telah melampaui 500 juta pengguna aktif bulanan di pekan pertama Januari. Dalam 72 jam terakhir per 12 Januari 2021, terdapat 25 juta pengguna baru bergabung dengan Telegram, dari seluruh dunia -38% dari Asia, 27% dari Eropa, 21% dari Amerika Latin, dan 8% dari Timur Tengah dan Utara Afrika.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini