Pembatasan Waktu Main Game Berdampak pada Industri Esports

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Rabu 08 September 2021 12:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 08 326 2468012 pembatasan-waktu-main-game-berdampak-pada-industri-esports-hsu7MFY0kj.jpg Esport (Foto: The new york times)

RUPANYA China memiliki aturan baru soal pembatasan waktu bermain game pada anak di 18 tahun, dengan hanya 3 jam seminggu.

Namun, kebijakan ini dinilai akan berpengaruh pada industri esports di negara Tirai Bambu itu. Pasalnya, kebijakan baru malah akan membuat karier para pemain muda esports terhambat.

China sendiri diketahui menjadi pasar esports terbesar di dunia dengan perkiraan 5.000 lebih tim.

Banyak yang menilai, aturan baru yang dibuat hanya akan membuat talenta berbakat kehilangan kesempatan untuk ditemukan.

 esport

Sebab, para pemain esports biasanya ditemukan pada usia remaja dan pensiun pada usia pertengahan 20-an. Sebagai contoh, salah satu pemain "League of Legends" Riot Games yang paling terkenal di dunia, Wu Hanwei, juga dikenal sebagai Xiye, mulai bermain pada usia 14 tahun dan bergabung dengan klub pada usia 16 tahun

“Peraturan baru hampir membunuh peluang kaum muda untuk menjadi pemain esports profesional,” kata Chen Jiang, profesor di Peking University’s School of Electronics Engineering and Computer Science, dikutip dari Reuters, Selasa (7/9/2021).

Dengan demikian, aturan tersebut juga merusak bisnis besar esports di China, di mana turnamen sering dimainkan di stadion bernilai miliaran dolar dan disiarkan langsung ke lebih banyak lagi.

Aturan baru yang dibuat bukan berupa undang-undang yang menghukum individu, tapi menempatkan tanggung jawab pada perusahaan game yang akan dipaksa untuk meminta login dengan nama asli dan nomor ID nasional.

Para ahli mencatat bahwa remaja Tiongkok yang gigih masih dapat menghindari aturan jika mereka mendapat dukungan orang tua dan dapat menggunakan login orang dewasa.

Pihak berwenang China belum membahas dampak aturan baru pada industri esports, tetapi menurut Chen, mereka seharusnya memberikan kelonggaran untuk beberapa pemain esports muda.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini