Pemerintah Harus Kembangkan Teknologi AI untuk Menghalau Serangan Siber

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 08:39 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 54 2468501 pemerintah-harus-kembangkan-teknologi-ai-untuk-menghalau-serangan-siber-EVfvNSA0Yi.jpg Serangan siber (Foto: Freepik)

RUPANYA penggunaan kecerdasan buatan atau artificial intelligence (AI) untuk mendeteksi malware dan serangan siber di Indonesia dinilai efektif.

Pakar Keamanan Siber dari Cissrec, Pratama Persadha mengatakan, para peretas juga terus mengembangkan AI untuk menciptakan malware dan ransomware baru.

Dengan memanfaatkan AI, malware, ransomware, virus, dan trojan terus akan berkembang dan mampu memperbaiki kelemahannya saat melakukan operasi.

 serangan siber

"Jadi pemerintah harus berlomba dalam teknologi AI untuk menghalau serangan siber di Indonesia," ujar Pratama saat dihubungi melalui pesan singkat.

Dikabarkan sebelumnya, Badan Siber dan Sandi Negara (BSSN) menggunakan AI terkait big data analytics dalam operasional Indonesia Honeynet Project. AI digunakan untuk mendeteksi malware dan semua anomali terkait serangan siber yang masuk Indonesia.

"Penggunaan AI dalam bidang cybersecurity ini pun dilakukan oleh BSSN untuk membuat pelaksanaan tugas BSSN dalam menanggulangi serangan siber ke Indonesia bisa lebih efektif dan efisien," kata Anton Setiawan, Juru Bicara BSSN, dalam keterangan beberapa waktu lalu.

Algoritma pada AI ini disusun guna mendeteksi serangan siber seperti apa yang mungkin hadir di ranah siber. Kemampuan deteksinya pun terus ditingkatkan melalui proses belajar dari serangan yang pernah terjadi sebelumnya, sehingga AI bisa belajar lebih cepat dan bisa memberitahukan kemungkinan pola bentuk serangan berikutnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini