BSSN Menjamin Sistem Peduli Lindungi Aman

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Kamis 09 September 2021 08:58 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 09 57 2468515 bssn-menjamin-sistem-peduli-lindungi-aman-NbeHv0UIXS.jpg Aplikasi Peduli Lindungi (Foto: Antara)

BADAN Siber dan Sandi Negara (BSSN) menyatakan, sistem pelacakan kontak dalam aplikasi Peduli Lindungi aman.

"Target pemerintah jelas, selalu mengedepankan keamanan baik data maupun unsur yang terlibat," kata Direktur Operasi Keamanan dan Pengendalian Informasi BSSN, Rinaldy.

BSSN bertanggung jawab atas desain keamanan pada sistem Peduli Lindungi dan forensik jika diperlukan.

 Aplikasi Peduli Lindungi

Menurut Rinaldy, lembaga tersebut menerapkan tiga pengamanan untuk sistem Peduli Lindungi, yaitu pengamanan pada aplikasi, pengamanan pada infrastruktur (termasuk pusat data) dan pengamanan data.

Lembaga tersebut mengaplikasikan enkripsi untuk memperkuat keamanan ketika aplikasi PeduliLindungi digunakan.

Selain memperkuat keamanan, Rinaldy juga mengingatkan masyarakat untuk bijak menggunakan media sosial. Masih ada masyarakat yang dengan sengaja membagikan data mereka di media sosial.

Akibatnya, data tersebut digunakan untuk mengakses Peduli Lindungi.

Beberapa waktu lalu, sertifikat vaksinasi Covid-19 milik Presiden Joko Widodo beredar di media sosial. Kementerian Komunikasi dan Informatika, Kementerian Kesehatan dan BSSN dalam keterangan pers bersama pekan lalu menyatakan nomor induk kependudukan (NIK) Presiden Jokowi didapatkan dari situs Komisi Pemilihan Umum.

Sementara itu, tanggal vaksinasi Presiden Jokowi tersedia pada pemberitaan media massa.

Data-data tersebut kemudian digunakan untuk mengakses sertifikat vaksinasi, menggunakan fitur pemeriksaan sertifikat vaksinasi Covid-19 di aplikasi Peduli Lindungi.

Mengenai hal ini, Rinaldy menyoroti pentingnya literasi masyarakat soal keamanan informasi, termasuk mengenai cara melindungi data pribadi.

Data-data yang diberikan di media sosial misalnya, bisa diambil pihak yang tidak bertanggung jawab, kemudian dikombinasikan dengan data yang diperoleh dari platform lain, untuk mendapatkan informasi tertentu dari orang lain.

Seperti dikutip dari Antara, aplikasi Pedui Lindungi saat ini digunakan untuk pendaftaran vaksinasi COVID-19 dan sertifikat digital tanda sudah mendapatkan vaksinasi.

Di sistem tersebut, terdapat data pribadi pengguna seperti nomor induk kependudukan, nama lengkap, tanggal lahir, nomor ponsel dan alamat email.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini