Kemenkes Siap Perbarui Aplikasi Peduli Lindungi, Cegah Kebocoran Data

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Selasa 14 September 2021 15:56 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 14 57 2471200 kemenkes-siap-perbarui-aplikasi-peduli-lindungi-cegah-kebocoran-data-xXSUGwcZuG.jpg Aplikasi Peduli Lindungi (Foto: Antara)

KEMENTERIAN Kesehatan (Kemenkes) meluncurkan fitur baru yang memungkinkan Warga Negara Indonesia (WNI) dan Warga Negara Asing (WNA) mengakses Peduli Lindungi walaupun sertifikat vaksinnya bukan dari Indonesia.

Hal ini dilakukan untuk mengetahui dan melacak mobilitas masyarakat di Tanah Air.

 CHIEF Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji, St, M.Si menjelaskan bahwa WNI dan WNA bisa melakukan verifikasi ke website http://vaksinln.dto.kemkes.go.id. Nantinya pengguna bisa memasukan jenis vaksin yang telah mereka terima di luar Indonesia.

 aplikasi peduli lindungi

"Kami telah mencoba mencatat beberapa vaksin yang ada di luar negeri. Kurang lebih mirip dengan yang ada di Indonesia seperti Sinovac, Sinopharm, Pfizer, Jhonson n Jhonson, Moderna, AstraZeneca, Sputnik-V dan lainnya," kata Setiaji, dalam sesi jumpa pers yang disiarkan langsung dari channel YouTube Kemenkes, Selasa (14/9/2021)

Ia melanjutkan, jika nantinya ditemukan ada vaksin lain yang digunakan, maka Kemenkes akan menambah dan mengupgrade database tersebut. Terkait dengan bahasa, Untuk website pendaftaran https://vaksinln.dto.kemkes.go.id/sign/insudah menggunakan bahasa Inggris.

"Sayangnya untuk aplikasi Peduli Lindungi kami sedang siapkan, jadi bukan hanya menggunakan bahasa Indonesia tapi bahasa yang lain sesuai dengan arahan pak Menko seperti China, Jepang, Rusia, Arab, Inggris dan lainnya untuk multi bilingual," tambahnya.

Kemenkes juga sudah bekerjasama dengan Kemenlu. Sebab pendaftaran untuk diplomat memiliki perbedaan yakni langsung melalui Kemenlu untuk didaftarkan secara langsung ke dalam sistem. Sehingga tidak perlu repot mendaftar melalui sistem ini.

Berbicara soal keamanan Kemenkes akan terus menjaga dari segi security, bahkan terhadap data-data yang diunggah seperti NIK dan Pasport. Kemenkes tidak akan menyimpan data tersebut, setelah itu di approve, maka langsung dihapus datanya.

"Ini untuk menjamin tidak adanya kebocoran data. Selain itu data center aplikasi Peduli Lindungi ini ada di Indonesia. Kalau ada kesulitan dalam melakukan verifikasi sertifikat vaksin, maka bisa melakukan kontak ke [email protected]," tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini