Jaringan Internet Mati Total 24-30 September, Hoax atau Fakta?

Tim Okezone, Jurnalis · Kamis 23 September 2021 08:52 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 23 54 2475580 jaringan-internet-mati-total-24-30-september-hoax-atau-fakta-QpP55oDY6l.jpg Ilustrasi jaringan internet. (Foto: Shutterstock)

BEBERAPA waktu belakangan jagat media sosial dihebohkan kabar tentang adanya perbaikan kabel internet pada 24–30 September 2021 yang berdampak pada jaringan internet mati total. Kabar itu menyebut masyarakat Indonesia tidak bisa mendapatkan layanan internet selama enam hari.

Berikut ini narasinya:

"Tanggal 24–30 september jaringan internet akan mati total di seluruh Indonesia dikarenakan adanya perbaikkan kabel internet di bawah laut."

Lantas, benarkah jaringan internet di Indonesia akan mati total pada 24–30 September 2021?

Baca juga: Beredar Foto dan Video Gigitan Hiu Penyebab Kabel Indihome Putus, Ini Faktanya 

Ilustrasi jaringan internet. (Foto: Shutterstock)

Vice President Corporate Communication PT Telkom Indonesia Tbk Pujo Pramono mengatakan kabar yang menyebut internet di Indonesia akan mati total pada 24–30 September 2021 karena perbaikan jaringan bawah laut adalah hoax. Demikian dikutip dari Antara, Kamis (23/9/2021).

Ia pun meminta masyarakat tidak mempercayai dan menyebarkan informasi palsu terkait internet mati selama enam hari itu.

Baca juga: 2,6 Juta Situs Negatif Diblokir, Menteri: Luar Biasa Indonesia Ini Setengahnya Pornografi 

Pada Minggu 19 September, Telkom memang mengalami gangguan sistem komunikasi kabel bawah laut yang melalui area Pulau Jawa, Sumatera, Kalimantan dan ruas Batam-Pontianak. Selain itu, gangguan juga terjadi wilayah Nusa Tenggara, Pulau Natuna, Kalimantan, Sulawesi dan Papua.

Baca juga: Anak-Anak di China Cuma Boleh Main TikTok 40 Menit Sehari 

Gangguan layanan fixed broadband dan mobile broadband terjadi di sistem komunikasi kabel laut Jawa, Sumatera, dan Kalimantan (Jasuka) ruas Batam-Pontianak. Titik gangguan tersebut berasal dari sekitar 1,5 kilometer lepas pantai Batam di kedalaman 20 meter di bawah permukaan laut.

Atas kejadian itu, Pujo menerangkan Telkom terus mengupayakan percepatan perbaikan untuk peningkatan kualitas layanan akses Internet, baik untuk layanan lewat kabel maupun layanan nirkabel.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini