3 Tips Menjaga Kesehatan Mata Meski Terpapar Layar Gawai Terus

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 29 September 2021 11:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 09 29 57 2478556 3-tips-menjaga-kesehatan-mata-meski-terpapar-layar-gawai-terus-HiIbwzGJhv.jpg Di depan gawai (Foto: Freepik)

SELAMA pandemi Covid-19, semua pekerjaan terpaksa dilakukan secara online. Akibatnya banyak orang terpapar layar gawai secara terus-menerus.

"Ya, tentu lebih banyak orang terpaku pada tablet, televisi, dan laptop mereka jauh lebih lama daripada sebelumnya. Jika tidak ditangani, kondisi ini akan berdampak buruk pada kesejahteraan emosional dan fisik, serta kondisi mata Anda," kata Dr Anup Rajadhyaksha, dokter mata dan Konsultan medis dari Entod International.

 menatap layar gawai

Selama peraturan untuk bekerja di rumah saja (WFH) terus berlaku, paparan layar meningkat karena banyak orang menghabiskan waktu untuk menonton acara baik secara streaming maupun di televisi, main gim dan bekerja dari rumah.

Kendati demikian penggunaan perangkat elektronik dalam jangka panjang dapat memicu berbagai masalah mata, termasuk mata kering, gatal, dan kemerahan, serta mata juling, berair, dan sakit kepala. Belum lagi posisi stagnan yang kerap dilakukan saat bekerja di depan layar komputer atau laptop, dapat membuat punggung menjadi sakit.

Berikut adalah beberapa tindakan pencegahan yang dapat Anda lakukan untuk menjaga kesehatan mata seperti dilansir dari Antara.

1. Jaga pola makan sehat

Sejumlah dokter mata berpendapat bahwa konsumsi makanan sehat menjadi salah satu cara jitu untuk menjaga kesehatan mata. Konsumsi suplemen untuk mata juga kadang diperlukan sebagai penunjang kesehatan mata, apalagi dalam kondisi seperti ini, di mana mata terus menerus terpapar sinar dari gawai.

"Ini hampir sama dengan setiap makanan yang baik dan bergizi lainnya. Mulailah dengan bayam atau kangkung dengan sayuran berwarna-warni di atasnya. Nutrisi lutein dan zeaxanthin yang ditemukan dalam sayuran berdaun hijau telah terbukti membantu mengurangi timbulnya penyakit mata," kata Rajadyaksha kepada laman Indian Express.

Menurut National Institutes of Medicine, vitamin A, yang dapat terkandung dalam sayuran berwarna kuning dan oranye, termasuk wortel dan ubi jalar, dapat meningkatkan kesehatan mata. Buah-buahan seperti pisang, anggur, dan mangga yang kaya akan vitamin C dan antioksidan lainnya, juga bermanfaat untuk mencegah penyakit mata.

2. Istirahat cukup

Beristirahatlah secara teratur dari pekerjaan yang memaksa Anda menatap lekat layar gawai.

"Cobalah untuk menutup mata selama beberapa detik, setiap 15 hingga 20 menit sekali. Cara ini sangat ampuh untuk membuat Anda beristirahat dari menatap layar gawai terlalu lama," ujar Rajadyaksha.

Setiap dua jam cobalah untuk memijat otot-otot di sekitar mata atau bilas wajah Anda menggunakan air dingin. Hindari menggosok mata dengan tangan dan seringlah berkedip jika mata kering.

Jika Anda akan menggunakan layar gawai, maka manfaatkan sebaik-baiknya dengan mempraktikkan rutinitas latihan baru atau menguasai keterampilan baru. Anda dapat membatasi waktu "screen time" dengan cara ini, dan nantinya Anda akan lebih berkonsentrasi pada hal-hal lain.

3. Gunakan kacamata untuk menghalangi cahaya biru

Cahaya biru yang dipancarkan oleh layar berbahaya bagi mata kita, terutama jika kita terlalu lama atau teralu sering menatap layar gawai. Kacamata komputer, juga dikenal sebagai kacamata pemblokiran cahaya biru, kini banyak dijual dan menjadi hal umum sebagai sarana untuk mengurangi efek tekanan digital pada mata.

"Cahaya High-energy visible light (HEV), yang dilepaskan oleh hampir setiap layar optik, dihalangi oleh kacamata khusus ini. Lensa kacamata pemblokiran cahaya biru sering diwarnai dengan warna kuning muda, yang menetralkan cahaya biru dan mengurangi efek tegang pada mata yang menyebabkan mata menjadi sakit dan rusak," jelas Rajadyaksha.

Lensa pemblokir cahaya biru kerap kali secara otomatis terpasang saat Anda menggunakan gawai pada malam hari sebelum tidur atau di tempat dengan minim cahaya.

"Selain itu, bekerja di bawah lampu neon atau di ruang gelap bukanlah ide yang baik. Saat mengoperasikan gawai dan membaca dalam cahaya redup dapat memicu ketegangan mata," tambah Rajadhyaksha.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini