Pemerintah Nigeria Melunak, Mulai Pertimbangkan Buka Blokir Twitter

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Sabtu 02 Oktober 2021 15:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 02 54 2480239 pemerintah-nigeria-melunak-mulai-pertimbangkan-buka-blokir-twitter-E2QfpCabrU.jpg Ilustrasi. (Foto: Shutterstock)

SELAIN dibatasi di China, ternyata ada negara lain yang melarang penggunaan Twitter loh yakni Niegeria. Pemerintah Nigeria, menuduh platform media sosial asal Amerika Serikat itu melakukan kegiatan yang mampu merusak keberadaan perusahaan Nigeria.

Larangan itu muncul beberapa hari setelah Twitter menghapus tweet yang diposting oleh Presiden Nigeria Muhammadu Buhari. Saat itu Twitter mengatakan bahwa cuitan tersebut melanggar kebijakannya mengenai perilaku kasar.

Menurut transkrip pernyataan Buhari, dikutip dari The Verge, Sabtu (2/10/2021), Twitter telah menghubungi pemerintah Nigeria untuk mencoba menyelesaikan larangan tersebut.

Twitter

Dia mengatakan komite kepresidenan telah terlibat dengan Twitter untuk mengatasi masalah-masalah utama, termasuk keamanan dan kohesi nasional, kehadiran fisik dan perwakilan perusahaan, masalah pajak, penyelesaian sengketa dan konten lokal.

“Menyusul keterlibatan yang luas, masalah sedang ditangani, dan saya telah mengarahkan agar penangguhan dicabut tetapi hanya jika kondisinya terpenuhi untuk memungkinkan warga kami melanjutkan penggunaan platform untuk bisnis dan keterlibatan positif,” kata Buhari.

Buhari mengatakan dalam pidatonya saat memperingati Hari Kemerdekaan Nigeria, bahwa media sosial adalah platform yang sangat berguna yang memungkinkan jutaan orang Nigeria terhubung dengan orang-orang terkasih, mempromosikan bisnis mereka, bersosialisasi, dan mengakses berita dan informasi lainnya.

Namun, tanpa merinci platform mana yang dia maksud. Dia menambahkan bahwa beberapa pengguna telah menyalahgunakan platform untuk mengatur, mengkoordinasikan, dan melaksanakan kegiatan kriminal, menyebarkan berita palsu, dan mempromosikan sentimen etnis dan agama.

Seorang juru bicara Twitter mengatakan mereka sedang berdiskusi dengan pemerintah Nigeria dan perusahaan terus terlibat dengan pemerintah Nigeria. "Kami berkomitmen untuk memetakan jalan ke depan untuk restorasi. Twitter untuk semua orang di Nigeria.” tuturnya.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini