Lebih dari 9 Ribu Orang Masuk dalam Daftar Hitam PeduliLindungi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 11:25 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 57 2482605 lebih-dari-9-ribu-orang-masuk-dalam-daftar-hitam-pedulilindungi-hpd44AI6dC.jpg Aplikasi PeduliLindungi (Foto: Antara)

MENTERI Kesehatan Budi Gunadi Sadikin terkejut dengan data terkait dengan mobilitas masyarakat yang ditunjukkan oleh aplikasi PeduliLindungi selama masa pandemi Covid-19.

Pasalnya masih banyak orang dengan catatan hitam (Terinfeksi Covid-19 atau memiliki kontak erat dengan pasien Covid-19) yang masih beraktivitas di fasilitas umum.

 pedulilindungi

Berdasarkan data baru yang disampaikan Menkes Budi, dari hasil scan PeduliLindungi yang dievaluasi untuk memastikan keamanan area, aplikasi itu mengidentifikasi setidaknya ada 9.855 pengunjung tidak sehat. Jumlah tersebut melibatkan beberapa sekotr publik seperti perdagangan, transportasi, pariwisata, perkantoran dan industri, keagamaan, pendidikan, olahraga, dan lainnya.

Sektor dengan jumlah terbanyak catatan hitam Covid-19 adalah perdagangan, dengan mall atau tenan mall yang mencapai 6.380 kasus hitam. Kedua ditempati sektor industri yang meliputi industri, pergudangan, dan pabrik dengan 1.068 catatan hitam.

Pakar Kesehatan sekaligus Dokter Relawan Covid-19, dr. Muhamad Fajri Adda’i, menyebut bahwa situasi yang saat ini terjadi di Indonesia sangatlah mengkhawatirkan. Sebab tanpa adanya kesadaran seperti ini, kasus Covid-19 bisa saja kembali membeludak, seiring dibukanya kembali sejumlah fasilitas dan ruang publik.

"Ya, lebih dari 9 ribu orang yang keluyuran dan terdeteksi melalui aplikasi PeduliLindungi seperti ini sangat mengkhawatirkan. Sebab kita tidak tahu kedepannya akan seperti apa,” kata dr. Fajri saat diwawancarai MNC Portal, Kamis (7/10/2021).

Dokter Fajri mengimbau bahwa masyarakat tidak terlena dengan jumlah kasus Covid-19 yang saat ini sedang menurun drastis. Sebab varian Delta penyebab membeludaknya Covid-19 masih ada sehingga kewaspadaan dan kehati-hatian terhadap risko tertular dan menulari harus tetap diperhatikan saat berkunjung atau beraktivitas di fasilitas umum maupun ruang publik.

“Intinya ini harus selalu kita waspadai dan bisa jadi orangnya akan menularkan. Ini bisa ketahuan karena Indonesia memiliki sistem yang lumayan bagus, dulunya mah tidak ketahuan. Dan mungkin saja dari dulu sudah banyak yang seperti ini. Jadi selalu berhati-hatilah,” tuntasnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini