Pelajar Tak Wajib Punya Ponsel untuk Akses Aplikasi PeduliLindungi

Leonardus Selwyn Kangsaputra, Jurnalis · Kamis 07 Oktober 2021 14:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 07 57 2482720 pelajar-tak-wajib-punya-ponsel-untuk-akses-aplikasi-pedulilindungi-o7svu9lMHa.jpg Aplikasi PeduliLindungi (Foto: Antara)

APLIKASI  PeduliLindungi telah menjadi hal yang wajib dimiliki masyarakat selama masa pandemi Covid-19.

Aplikasi ini berfungsi sebagai salah satu syarat bagi masyarakat yang ingin melakukan aktivitas di fasilitas maupun ruang publik yang melibatkan enam sektor utama yakni perdagangan, transportasi, pariwisata, pekerjaan, pendidikan, dan keagamaan.

Masyarakat diimbau untuk melakukan check in dengan cara melakukan scan QR Code pada papan yang telah disediakan sebagai tindakan skrining, tracing, dan juga protokol kesehatan. Lantas, kapan metode ini akan diterapkan di sekolah-sekolah, mengingat pembelajaran tatap muka (PTM) telah mulai digelar beberapa waktu lalu.

 pedulilindungi

Chief Digital Transformation Office Kementerian Kesehatan, Setiaji, St, M.Si mengatakan, saat ini aplikasi PeduliLindungi sedang berjalan di beberapa sekolah khususnya di wilayah Jawa Barat dan di aglomerasi, kemudian juga di Jakarta sedang diujicobakan menggunakan PeduliLindungi. Kemudian untuk perluasannya kami mengkombinasikan penggunaan PeduliLindungi dan non PeduliLindungi.

“Artinya di sini menjawab pertanyaan berikutnya tentang bagaimana bagi siswa yang tidak memiliki ponsel? Bahkan di sekolah tersebut siswa juga tidak diperkenankan untuk membawa ponsel. Oleh sebab itu kami bekerjasama dengan Kemendikbud, dan sudah melakukan diskusi secara intensif,” kata Setiaji, Dalam sesi jumpa pers Launching Integrasi Fitur QR Code PeduliLindungi yang disiarkan di channel YouTube Kemenkes, Kamis (7/10/2021).

Setiaji menambahkan, pada penerapan aplikasi PeduliLindungi di sekolah, prosesnya justru dibalik. Sistem Kemenkes secara back end memberikan informasi jika ada siswa, guru, maupun keluarga tersebut teridentifikasi positif atau kontak erat. Nantinya sistem tersebut akan secara otomatis memberitahukan kepada pengelola sekolahnya.

“Sehingga siswa tersebut tidak diperkenankan masuk ke sekolah karena teridentifikasi positif maupun kontak erat. Jadi tidak diperlukan lagi penggunaan smartphone, melainkan sistem yang akan membaca, siapa saja siswa-siswa yang teridentifikasi. Sebab siswa-siswa ini cenderung tetap untuk masuk ke sekolah tersebut,” lanjutnya.

Setiaji menambahkan untuk masyarakat umum, tetap menggunakan aplikasi PeduliLindungi. Jadi Kemenkes melakukan kombinasi dari kedua hal tersebut. Selain itu databasenya pun sudah diintegrasikan dengan sistem di Kemendikbud termasuk juga dengan Kementerian Agama khususnya di Madrasah, dan kedepannya akan ada perluasan ke pesantren.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini