Cek Fakta Penampakan Bulan di Perbatasan Rusia dan Kanada

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Senin 11 Oktober 2021 16:09 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 11 56 2484578 cek-fakta-penampakan-bulan-di-perbatasan-rusia-dan-kanada-jtytKmrq3l.jpg Penampakan bulan (Foto: TikTok)

BARU beredar video di media sosial yang menampilkan gerakan bulan yang sangat cepat dan juga besar.

Video berdurasi 35 detik itu dinarasikan sebagai penampakan bulan di perbatasa Rusia dan Kanada di Kutub Utara dari terbit hingga terbenam.

 bulan

Berikut narasi lengkap dari video tersebut:

"Ini adalah bulan di perbatasan Rusia dan Kanada di Kutub Utara dari terbit hingga terbenam dibutuhkan waktu sekitar 30 detik lalu menghalangi matahari selama 5 detik, dan kemudian segera terbenam... dari terbit hingga terbenam dibutuhkan waktu 30 detik, dan kemudian segera terbenam...,"

"Jika tidak ada internet, mungkin ktia tidak akan pernah melihat keajaiban alam ini sepanjang hidup kita" .

Selain itu, disertakan pula tulisan "Bulan perbatasan Rusia Canada" dalam keterangan videonya.

Video TikTok ini telah mendapat 7,9 juta views, telah dibagikan sebanyak 20 ribu kali, namun bagian kolom komentarnya dimatikan.

Benarkah tentang informasi di video tersebut?

Menurut penelusuran, video tersebut pertama kali diunggah di akun Tiktok @aleksey__nz pada 17 Mei 2021. Dia menuliskan sejumlah tagar #moon #foryoupage #cosmos #2021 #Odessa #space. Selain di TikTok, akun tersebut mengunggah video itu di Twitter, Youtube.

Hingga saat ini video aslinya sudah ditonton lebih dari 32.9 juta kali dengan jumlah like 3,7 juta, komentar 45 ribu dan sudah di share sebanyak 101 ribu kali oleh pengguna lainnya.

Namun kemudian, video ini tersebar diseluruh media sosial termasuk YouTube, Twitter, Facebook dan TikTok dengan berbagai macam narasi, termasuk soal Gerhana Bulan besar yang menutupi matahari.

Faktanya, mengacu pada penjelasan Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) itu adalah disinformasi.

Menurut peneliti di Pussainsa LAPAN, Andi Pangerang mengatakan video tersebut bukan video gerhana bulan. Melainkan sebuah video simulasi ketika bulan berjarak 10 kali lipat dekat dibandingkan dengan saat ini.

Selain itu, jika video tersebut dikaitkan dengan Gerhana Bulan Total (GBT) yang terjadi 26 Mei lalu juga tidak tepat. Andi menjelaskan bahwa GBT lalu tidak bisa disaksikan di kedua kutub Bumi.

Sementara menurut lama periksafakta.afp, video tersebut tidak benar, klaim yang diberikan salah.

Video tersebut dibuat oleh seniman digital yang berbasis di Ukraina dengan menggunakan pencitraan yang dihasilkan komputer.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini