Kominfo Putus Akses 4.873 Konten Fintech Ilegal

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Rabu 13 Oktober 2021 13:41 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 13 54 2485636 kominfo-putus-akses-4-873-konten-fintech-ilegal-W8TMJTLjx4.jpg Fintech (Foto: Medcity news)

RUPANYA Menteri Komunikasi dan Informatika (Menkominfo) Johnny G Plate mengatakan, pihaknya bersama dengan Otoritas Jasa Keuangan (OJK), Bank Indonesia, serta mitra kementerian dan lembaga telah memutus akses ribuan layanan keuangan digital (fintech) yang tidak berizin atau ilegal.

"Sejak tahun 2018 hingga 10 Oktober 2021 telah dilakukan pemutusan akses terhadap 4.873 konten fintech online, yang tersebar di berbagai platform," jelasnya dalam OJK Virtual Innovation Day 2021 secara virtual dari Jakarta, dikutip pada Rabu.

 Fintech

Menurut Menteri Johnny, pemerintah dan para mitra kerja tidak akan memberikan ruang bagi setiap konten fintech yang tidak sesuai dengan peraturan perundang-undangan yang berlaku.

"Kita sama-sama punya tugas untuk tidak memberikan ruang kepada konten-konten ilegal atau konten-konten yang tidak sejalan dengan aturan-aturan perundang-perundangan. Agar ruang digital kita menjadi lebih bermanfaat bagi kepentingan masyarakat kita, dan digunakan secara maksimal untuk kemajuan perekonomian kita," paparnya.

Adapun 4.873 konten fintech online tersebut tersebar di berbagai platform seperti website, marketplace, aplikasi, media sosial, dan layanan file sharing.

Menkominfo berharap, penegakan hukum atas maraknya konten ilegal dapat mendorong penggunaan platform digital yang semakin bermanfaat.

"Kita harapkan penegakan hukum ruang digital seperti ini akan mendorong semakin semaraknya fintech kita agar dimanfaatkan secara baik, digunakan demi kemaslahatan dan pembangunan ekonomi serta keuangan nasional kita," ujarnya.

Seperti dilansir dari Antara, ia juga mengajak Penyelenggara Sistem Elektronik (PSE) dan masyarakat untuk melakukan langkah antisipatif pengembangan teknologi. Hal itu untuk mencegah kebocoran data dan memperkuat firewall untuk menangkal serangan siber serta menyiapkan infrastruktur digital.

"Pemanfaatan infrastruktur digital untuk beragam transaksi digital dilakukan untuk mendukung keuangan digital yang aman," kata Menkominfo.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini