Kominfo Miliki 4 Unit Baru Mobil Stasiun Monitoring Frekuensi Radio Bergerak

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Kamis 14 Oktober 2021 14:48 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 14 54 2486261 kominfo-miliki-4-unit-baru-mobil-stasiun-monitoring-frekuensi-radio-bergerak-cZ2Ct0CHOm.jpg 5G (Foto: ET telecom)

RUPANYA Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kemenkominfo) mempunyai 4 unit baru Mobil Stasiun Monitoring Frekuensi Radio (SMFR) bergerak.

Dirjen SDPPI Kemenkominfo Ismail mengatakan, mobil ini sebagai tools atau sarana pendukung penggunaan spektrum frekuensi yang dapat kapan saja timbul gangguan dari penggunaan ilegal atau pengguna yang tidak menggunakan perangkat dengan benar dan sesuai perizinannya.

 5G

"Spektrum frekuensi radio yang digunakan oleh masyarakat dan operator itu harus sesuai dengan peruntukannya dan tertib dalam pemanfaatnya," ujar Ismail saat ditemui di Gedung Sapta Pesona, Jakarta Pusat, Kamis (14/10/2021).

Di sinilah fungsi Kominfo yakni melakukan monitor dan pengawasan, bahkan melakukan penindakan bagi para pengguna frekuensi nakal yang tidak sesuai dengan perizinan.

Lebih lanjut, kata Ismail, sistem yang mereka siapkan ini adalah sistem terbaru yang bisa meng-cover sampai layanan 5G. Jadi nanti seluruh layanan perangkat 5G atau network 5G yang menggunakan spektrum frekuensi itu akan dimonitor dan dijaga agar tidak menurunkan kualitas layanan pada masyarakat.

Monitor yang dilakukan akan berjalan selama 24x7, artinya tidak pernah berhenti dan akan terus berjalan. Karena banyak aspek krusial seperti penerbangan yang menggunakan frekuensi radio untuk berkomunikasi dan kontrol sebagainya.

"Itu kami selalu jaga terus agar tidak menimbulkan gangguan dan membahayakan keselamatan jiwa manusia. juga di aspek-aspek masalah kebencanaan yang banyak menggunakan spektrum frekuensi radio. Jadi kita sepanjang tahunan akan terus melakukan monitoring ini," tuturnya.

Lantas soal para pelanggar yang tertangkap menggunakan spektrum secara ilegal, Ismail menyebut akan ditindak sesuai dengan Undang-Undang Telekomunikasi dan Undang-Undang Cipta Kerja beserta turunannya yang terdiri dari beberapa level, tergantung jenis pelanggarannya.

Ada pelanggaran yang ringan sedang dan berat. Dan ada aspek sanksi pidana bagi penyelenggara pelanggaran berat.

"Kami memiliki PPNS dan bersama dengan korwas Polri melakukan penyelidikan dan kemudian penuntutan dari teman-teman kejaksaan," ungkap Ismail.

Keempat mobil ini akan dikirim ke Surabaya, Kendari, Palu, dan Mamuju. Mobil ini sebagai pelengkap perangkat yang sudah ada di 34 provinsi di Indonesia. Unit baru ini merupakan upgrade dari yang sebelumnya. Adapun upgrade yang ada di bagian sistemnya.

"Nanti akan merambah ke semuanya (provinsi). Karena ini sistemnya yang terbaru, lebih canggih dalam konteks menemu kenali gangguan itu dan tadi termasuk 5G dan TV digital," terang Ismail.

Dengan beroperasinya mobil ini, setidaknya operator seluler yang membayar biaya hak penggunaan spektrum frekuensi dapat menggunakannya dengan nyaman dan efisien. Dan tentu ini akan mempercepat proses penggelaran infrastruktur 5G di Indonesia.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini