Database Pengaduan KPAI Diduga Bocor dan Dijual Online

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Kamis 21 Oktober 2021 14:57 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 21 54 2489586 database-pengaduan-kpai-diduga-bocor-bBLgVXIvHF.jpg Data bocor (Foto: Notebook check)

RUPANYA ada dugaan kebocoran data milik institusi pemerintah kembali beredar. Kali ini database milik Komisi Perlindungan Anak Indonesia (KPAI) yang diduga bocor dan dijual di forum online.

Temuan kebocoran data atau leaked itu pertama kali dipublikasikan di situs Raidforums oleh akun dengan username C77.

 data bocor

Bertuliskan "Leaked Database KPAI," C77 menggunggah postingan tersebut pada 13 Oktober 2021. Agar menarik perhatian, akun tersebut juga memberikan sample data.

Adapun isi sample data meliputi nama, nomor identitas, kewarganegaraan, telepon, agama, pekerjaan, pendidikan, alamat, email, tempat tanggal lahir, jenis kelamin, provinsi, dan kota.

Berdasarkan penelusuran, akun C77 menawarkan dua file database untuk dijual, yakni kpai_pengaduan_csv dan kpai_pengaduan2_csv.

Sesuai namanya, kedua database ini kemungkinan berisi pengaduan masyarakat di Tanah Air.

Sejauh ini masih belum diketahui secara pasti apakah database yang bocor ini adalah memang benar milik KPAI atau hanya sebatas sample data yang disebutkan.

Mengenai data yang dijual ini, Pengamat Keamanan Siber dari Vaksincom, Alfons A Tanujaya mengungkapkan kebenarannya.

Data yang dijual menurut pengecekan pihaknya adalah benar data kependudukan yang sah.

Namun, soal apakah itu data KPAI, menurut Alfons, ada baiknya pihak KPAI memberikan klarifikasi atas masalah ini dan melakukan pencocokan dengan data base pelaporan mereka.

"Kemungkinan besar sih datanya valid kalau melihat kualitas data dan penamaan file data basenya," kata Alfons saat dihubungi melalui pesan singkat, Kamis (21/10/2021).

Alfons menilai, peretasan adalah sebuah keniscayaan dan siapapun yang mengelola data di Indonesia harusnya bertanggung jawab menjaga data yang menjadi tanggung jawabnya dengan sebaik mungkin.

"Jadi memang ini merupakan suatu kerja keras dan usaha yang tidak berkesudahan," pungkasnya. (DRM)

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini