Mengenal Shinta VR, Metaverse Asal Indonesia

Dyah Ratna Meta Novia, Jurnalis · Minggu 31 Oktober 2021 13:20 WIB
https: img.okezone.com content 2021 10 31 57 2494464 mengenal-shinta-vr-metaverse-asal-indonesia-Dikr9HzR5T.jpg Metaverse (Foto: Medium)

RUPANYA Shinta VR merupakan start up dari Metaverse Indonesia. Mereka menutup pendanaan pre-series A pada kemarin, dipimpin oleh TigaLapan Investama Group dan Investa Syailendra Nuswantara (INSAN) sebagai business dan investment aggregator.

Pendanaan ini melengkapi pendanaan Shinta VR sebelumnya oleh Telkomsel Innovation Centre (TINC), Rentracks Co Creation, Ltd (Jepang), dan beberapa angel investor lainnya.

Lewat investasi pre-series A ini, Shinta VR akan berfokus untuk menjadi perusahaan metaverse yang punya dampak paling besar di Indonesia. Hingga saat ini, Shinta  VR sudah membantu ribuan sekolah di 34 provinsi di Indonesia menggunakan teknologi 3D dan Virtual Reality dalam pembelajaran melalui unit bisnisnya, yaitu Millealab.

 Shinta VR

Dengan strategi “community based contents” Millealab berhasil menciptakan dampak luas bagi dunia Pendidikan Indonesia dengan mencetak 5200 guru terlatih dan 130 guru ambassador Virtual Reality sejak 2019, dan sudah digunakan oleh ratusan sekolah di seluruh Indonesia.

Tahun ini, SHINTA VR juga berinovasi dalam dua unit bisnis baru, yaitu SpaceCollab yang bergerak di bidang industri pengembangan sumber daya manusia melalui pelatihan tersinkronisasi berbasis multi-perangkat (VR , Komputer, dan Smartphone ) yang sudah dipakai di beberapa universitas dan perusahaan.

Ditambah di bidang entertainment dan media, perusahaan ini juga membangun Virtual Character System yang menyediakan sistem untuk Virtual Character dan Influencer (Virtual Youtuber).

Andes, Founder dan Managing Director Shinta VR menjelaskan, bersama Rentracks Co Creation Indonesia, Shinta VR membuat agensi Virtual Youtuber terkenal di Indonesia bernama Maha5 (Maha Panca) yang sudah berkolaborasi dengan banyak pihak di antaranya GoPlay, Samsung, dan banyak perusahaan lainnya.

“Konsistensi kami di bidang Immersive Technology sejak 2016 lalu adalah sebuah perjalanan yang akan membentuk masa depan industri imersif di Indonesia,” ujarnya.

Sebagai Investor, Presiden Direktur TigaLapan Investama, Titi Khoiriah yakin bahwa teknologi Virtual Reality yang dibawa oleh salah satu start-up Metaverse Indonesia ini dapat memberikan dampak sosial yang luas bagi masyarakat Indonesia khususnya di dunia Pendidikan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia.

“Dengan pengalaman bertahun-tahun dalam investasi konstruksi, kami ingin berekspansi ke industri digital Indonesia, SHINTA VR adalah portfolio pertama kami tahun ini, kami melihat industri metaverse adalah masa depan dunia komunikasi dan digital, mereka berhasil membuktikan konsistensinya tidak hanya dalam peningkatan revenue sejak dua tahun terakhir, tapi juga dampak sosial yang tinggi bagi dunia Pendidikan,” terangnya.

Di samping itu, sebagai business dan investment aggregator untuk start-up, INSAN yang didirikan oleh Fahmi Bagus Mahessa dan George Erlangga Siregar juga melihat hal yang sama.

Fahmi menerangkan, Shinta VR telah membuktikan eksistensinya dalam industri imersif dan secara konsisten bertumbuh dengan sangat baik. Kami percaya mereka bisa menjadi sangat besar. INSAN saat ini sedang menyusun portofolio investasi berikutnya untuk banyak start-up potensial di Indonesia.

Shinta VR adalah contoh sukses tangan dingin dari INSAN yang berhasil membuktikan bahwa startup berbasis teknologi maju dapat dipercaya oleh semua kalangan dan menjadi kebanggaan Indonesia.

George Erlangga menambahkan, “INSAN menargetkan untuk mengagregasi beberapa start up potensial di tahun ini hingga menjadi lebih besar dan lebih bermakna bagi kemajuan Indonesia.”

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini