Facebook Ganti Nama Jadi Meta, Mark Zuckerberg Didesak Mundur

Antara, Jurnalis · Selasa 02 November 2021 12:43 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 02 54 2495399 facebook-ganti-nama-jadi-meta-mark-zuckerberg-didesak-mundur-Qrqps47958.jpg CEO Meta Mark Zuckerberg didesak mundur (foto: reuters)

JAKARTA - “Whistleblower” atau pelapor pelanggaran dari perusahaan teknologi asal AS Facebook, Frances Haugen, mendesak Mark Zuckerberg sang CEO Meta untuk mundur dari jabatannya agar terdapat perbaikan dalam cara kerja Facebook.

“Saya pikir tidak mungkin perusahaan akan berubah jika (Mark Zuckerburg) tetap menjadi CEO,” ujar Frances dalam acara Web Summit di Lisbon seperti dilansir dari Reuters, Selasa.

Pernyataan itu menyusul tindakan Frances yang melaporkan pada publik bahwa cara kerja Facebook tidaklah sehat. Ia menyebutkan akan lebih baik jika seseorang yang berfokus pada keamanan privasi dan data menggantikan Mark Zuckerburg agar kepercayaan masyarakat pada Facebook bisa kembali.

Baca Juga: Facebook Ganti Nama, Pionir Metaverse Protes

Sebelumnya pada pekan lalu, Mark Zuckerburg mengubah nama Facebook menjadi Meta karena ingin berfokus pada pembangunan “metaverse”.

“Metaverse” akan menjadi lingkungan virtual yang direncanakan sebagai penerus ruang internet yang kini dikenal oleh banyak orang.

Namun demikian menurut Frances perubahan citra yang dilakukan Facebook itu tak akan berdampak besar karena masalah utama yaitu keamanan data hingga pelanggaran privasi belum juga ditangani.

Baca Juga:  Facebook Jadi Meta, WhatsApp Ganti Nama Juga?

"Berkali-kali Facebook memilih ekspansi dan area baru alih-alih berpegang teguh pada apa yang telah mereka lakukan," kata France Haugen.

Masalah lainnya yang mungkin terjadi menurut Frances adalah jika Facebook tidak memperbaiki algoritmanya agar bisa membendung konten ekstrem yang berisikan kekerasan maupun komentar memecah belah maka kericuhan mungkin terjadi.

“Masalah utamanya adalah bahwa fondasi keamanan platform didasarkan pada pemantauan berdasarkan bahasa, yang tidak berskala ke semua negara tempat Facebook beroperasi," tutup Haugen.

(amr)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini