Mantan Manajer Sebut Facebook Kelabui Pengguna dengan Dalih Lindungi Privasi

Agregasi Solopos, Jurnalis · Kamis 04 November 2021 10:16 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 04 54 2496484 mantan-manajer-sebut-facebook-kelabuhi-pengguna-dengan-dalih-lindungi-privasi-RQqTe450d5.jpg Frances Haugen. (Foto: C-SPan.org)

RAKSASA teknologi Facebook memang tengah menghadapi banyak masalah, setelah ada Whistleblower yang menyatakan bahwa Facebook telah memanfaatkan data para penggunannya. Facebook pun dituding mengelabuhi pengguna dengan mengatasnamakan perlindungan privasi.

Mantan manajer produk dan Whistleblower Facebook, Frances Haugen menjadi sorotan publik setelah mengungkap beberapa hal yang dinilainya tak sehat dari organisasi berbasis teknologi informasi tersebut. Berikut tiga tuntutan yang dirangkum Haugen sebagai sikapnya untuk keamanan dunia.

Haugen merangkum keresahannya akan Facebook melalui unggahan di akun Twitter, 26 Oktober lalu.

“Saat kekacauan mereda, saya berharap menggunakan Twitter untuk berbicara secara lebih rinci tentang dokumen, maknanya, dan pengalaman saya di Facebook. Silakan lihat saya sebagai sumber dan perspektif di bagian dalam organisasi yang cukup buram,” tulis Haugen.

Facebook

Tiga tuntutan Haugen tersebut adalah mewajibkan transparansi untuk kepentingan kesadaran privasi dari Facebook, perhitungan dengan bahaya keterikatan berbasis rangking, dan solusi non konten untuk masalah tersebut. “Kami membutuhkan alat selain sensor untuk menjaga keamanan dunia,” tulisnya.

Sebagai informasi, sebelumnya Haugen bersaksi di depan Komite Parlemen Inggris. Kesaksian itu menyusul laporannya mengenai misinformasi dan ekstremisme di platform media sosial beserta efek berbahaya dari aplikasi Snapchat milik Facebook terhadap anak-anak.

Mengutip C-span.org, kesaksian itu dipakai pemerintah Inggris yang sedang mempertimbangkan undang-undang yang mengatur platform media sosial seperti Facebook. Di depan Ketua Blumenthal, Anggota Ranking Blackburn, dan anggota Subkomite mengungkap beberapa dokumen penting mengenai Facebook.

Berikut cuplikan kesaksian Haugen dalam sidang itu yang juga dipublikasikan Haugen melalui blog pribadinya.

"Selama waktu saya di Facebook, saya menyadari kebenaran yang menghancurkan: hampir tidak ada orang di luar Facebook yang tahu apa yang terjadi di dalam Facebook. Perusahaan sengaja menyembunyikan informasi penting dari publik, dari pemerintah AS, dan dari pemerintah di seluruh dunia. Dokumen yang saya berikan kepada Kongres membuktikan bahwa Facebook telah berulang kali menyesatkan publik tentang apa yang diungkapkan oleh penelitiannya sendiri tentang keselamatan anak-anak, kemanjuran sistem kecerdasan buatannya, dan perannya dalam menyebarkan pesan yang memecah belah dan ekstrem. Saya maju karena saya percaya bahwa setiap manusia berhak mendapatkan martabat kebenaran,"

Lebih jauh, Haugen menyatakan Facebook mengelabuhi pengguna dengan mengatasnamakan perlindungan privasi. Berikut kutipan pernyataan Haugen mengenai hal itu.

"Tingkat keparahan krisis ini menuntut kita untuk keluar dari kerangka peraturan kita sebelumnya. Facebook ingin mengelabui Anda agar berpikir bahwa perlindungan privasi atau perubahan pada Bagian 230 sudah cukup. Meskipun penting, ini tidak akan sampai ke inti masalah — yaitu bahwa tidak ada yang benar-benar memahami pilihan destruktif yang dibuat oleh Facebook kecuali Facebook. Kami dapat membayar tidak kurang dari transparansi penuh,"

Sebagai informasi, Haugen merupakan karyawan perusahaan teknologi besar sejak 2006. Dia pernah bergabung dalam bagian Google, Pinterest, Yelp, dan Facebook. Di Facebook, wanita tersebut mengawali karir sebagai Civic Misinformation dan kemudian di bagian Counter-Spionage lalu mengakhiri karir terakhir sebagai Product Manager.

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini