Facebook Uji Layanan Berlangganan untuk Penggunaan Fitur Grup

Antara, Jurnalis · Jum'at 05 November 2021 12:53 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 05 57 2497176 facebook-uji-layanan-berlangganan-untuk-penggunaan-fitur-grup-Bdt6jLxtGm.jpg Facebook (Foto: The verge)

KINI Facebook tengah menguji layanan berlangganannya untuk para pembuat konten lewat penggunaan fitur grup yang tersedia di Facebook.

Pengguna diminta untuk membayar akses eksklusif untuk dapat mengakses konten ataupun percakapan di dalam subgrup yang tersedia di dalam grup.

 Facebook

Mengutip Reuters, cara itu dilakukan untuk menggaet pengguna khususnya yang mengikuti content creator di dalam sebuah grup dan menanti- nantikan konten buatan sang kreator idolanya.

Memang dalam beberapa kurun waktu terakhir, Facebook berfokus pada pembangunan komunitas atau grup sebagai bagian mendorong keterlibatan masyarakat lewat aplikasi mereka.

Misalnya masyarakat diajak untuk membuat grup di Facebook untuk melakukan transaksi jual beli atau toko daring, atau masyarakat bisa juga membuat grup untuk penggalangan dana komunitasnya.

CEO dari Meta Mark Zuckeberg pada Rabu (5/11) pun menyebutkan bahwa nantinya kreator konten bisa membagikan links khusus atau tautan sehingga mereka bisa mendapatkan langsung biaya pembayaran mereka untuk konten- konten berbayar yang hadir di Facebook.

Serangkaian perkembangan dan inovasi baru diumumkan Facebook termasuk terkait pembaruan fitur “Grup” lewat acara daring komunitas.

Meski demikian, tidak semua layanan subgrup berbayar karena Facebook juga menyediakan layanan yang gratis.

Facebook juga memperbolehkan pengguna dari sebuah subgrup ingin berhenti atau mengikuti hanya beberapa topik tertentu dalam grup yang diikutinya.

Baca juga: Mantan Manajer Sebut Facebook Kelabui Pengguna dengan Dalih Lindungi Privasi

Sebelumnya fitur Grup Facebook mendapatkan pengawasan yang ketat dari regulator maupun kritik tajam dari para ahli teknologi karena dinilai dapat menghadirkan ruang tertutup untuk konten-konten yang tidak benar, retorik yang berbahaya, hingga ekstrimis.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini