NASA Siap Luncurkan Pesawat DART untuk Cegah Asteroid Tabrak Bumi

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Minggu 07 November 2021 10:06 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 07 56 2497937 nasa-siap-luncurkan-pesawat-dart-untuk-cegah-asteroid-tabrak-bumi-cQiamhqdVY.jpg Misi DART dari NASA. (Foto: NASA)

BADAN Antariksa Amerika Serikat atau NASA dikabarkan sedang bersiap meluncurkan pesawat ruang angkasa untuk menguji metode eksperimental membelokkan objek dekat Planet Bumi. Misi Double Asteroid Redirection Test (DART) ini dirancang menguji teknik "penabrak kinetik" untuk membelokkan asteroid atau komet apa pun yang akan berdampak pada Bumi.

Dikutip dari laman Space, Minggu (7/11/2021), DART dijadwalkan meluncur akhir November ini dan menargetkan asteroid biner dekat Bumi yang disebut Didymos dan bulannya Dimorphos.

Baca juga: NASA Mulai Simulasi 45 Hari ke Bulan Mars 

Pesawat ruang angkasa DART akan menabrak Dimorphos secara langsung, kemudian akan memindahkannya ke jalur lain. NASA bakal menunjukkan kemampuannya menggunakan teknologi ini untuk mencegah potensi dampak ancaman di masa depan.

Ilustrasi asteroid.

Misi DART dijadwalkan diluncurkan dengan Roket SpaceX Falcon 9 pada 24 November 2021 pukul 01.20 EST dari Kompleks Peluncuran Luar Angkasa Vandenberg 4 East (SLC-4E) di California.

Baca juga: Teleskop NASA Abadikan Objek Luar Angkasa yang Langka, Apa itu? 

DART tiba di Pangkalan Angkatan Luar Angkasa Vandenberg pada 2 Oktober. DART telah menjalani tes pra-peluncuran akhir dan pemeriksaan sebelum penerbangannya.

Dibangun dan dikelola oleh Johns Hopkins Applied Physics Lab (APL) di Maryland, DART akan dengan sengaja menabrak Dimorphos dengan kecepatan 4,1 mil per detik (6,6 km/s), atau 14.760 mph (23.760 kph).

Misi tersebut akann menyebabkan kecepatan orbit moonlet berubah sepersekian persen. Kemudian pada waktunya mengubah orbitnya di sekitar Didymos.

Baca juga: NASA Menguji Mobil Terbang Listrik untuk Taksi Udara Komersial yang Akan Diluncurkan 2024 

Sistem asteroid, yang saat ini terletak 6,8 juta mil (11 juta kilometer) dari Bumi, tidak menimbulkan risiko apa pun terhadap Planet Bumi.

Namun, NASA akan menggunakan teleskop berbasis darat untuk mengamati dan mengukur perbedaan dalam sistem asteroid setelah uji dampak DART, untuk menilai apakah teknologi ini dapat digunakan untuk membelokkan asteroid dekat Bumi yang berpotensi berbahaya di masa depan.

Baca juga: Rover NASA Siap Kumpulkan Sampel Batuan yang Akan Dikirim ke Bumi 

1
2

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini