Intel Siap Alihkan Produksi Chip di China ke Eropa

Yudi Setyowibowo, Jurnalis · Senin 15 November 2021 15:29 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 15 57 2502062 intel-siap-alihkan-produksi-chip-di-china-ke-eropa-6cYDEGbJlz.jpg Intel (Foto: Youtube)

TAKUT dengan masalah keamanan, rencana Intel untuk memproduksi chip di China dilaporkanditentang oleh Gedung Putih. Selanjutnya, Intel akan mengalihkan produksi chip mereka ke negara Amerika Serikat atau Eropa.

Dikutip dari The Verge, Senin (15/11/2021), upaya Intel untuk mempercepat produksi chip di China dilaporkan telah ditentang oleh pemerintahan Joe Biden, menurut laporan dari Bloomberg.

 Intel

Sumber tersebut mengatakan kepada Bloomberg, awalnya Intel mengusulkan pembuatan wafer silikon di pabrik Chengdu, China. Pembuatan chip ini dapat memulai produksi menjelang akhir 2022.

Namun, rencana Intel tidak disarankan oleh pejabat Gedung Putih karena potensi masalah keamanan. Karena Intel perlu mendapat dukungan pemerintah, akhirnya membatalkan rencana tersebut.

“Intel dan pemerintahan Biden memiliki tujuan yang sama untuk mengatasi kekurangan microchip yang sedang berlangsung di seluruh industri, dan kami telah menjajaki sejumlah pendekatan dengan pemerintah AS,” kata Intel dalam sebuah pernyataan kepada Bloomberg.

Salah satu pendekatan ini mungkin untuk berinvestasi di pabrik-pabrik wafer silikon di AS dan Eropa, sejalan dengan tujuan administrasi manufaktur komponen penting di AS.

Pemerintahan Biden juga skeptis tentang penggunaan teknologi China. Biden baru-baru ini memperluas kebijakan yang ada dari era Trump yang membatasi penggunaan merek Huawei dan ZTE yang berbasis di China, serta melabeli kedua perusahaan sebagai ancaman terhadap keamanan nasional.

 Baca juga: Intel Ungkap Prosesor 'Tiger Lake' Terbaru untuk Laptop Tipis

Undang-undang Biden yang baru ditandatangani menghalangi kedua merek untuk mendapatkan lisensi dari Komisi Komunikasi Federal. Biden juga membatasi penjualan alat peretasan ke China dan juga melarang investasi AS di perusahaan pengawasan China.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini