KPI: Literasi Media Perlu Ditingkatkan

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 11:31 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 54 2503069 kpi-literasi-media-perlu-ditingkatkan-9z5NXQD1V0.jpg Literasi media (Foto: Medium)

HADIRNYA era digital yang mengepung masyarakat dengan berbagai informasi, baik dari media konvensional seperti televisi, radio dan media cetak ataupun media baru seperti internet dan sosial media, harus diimbangi dengan kapasitas literasi media yang kuat.

Kapasitas literasi media yang dimaksud yaitu kemampuan untuk mengakses, menganalisis, mengevaluasi serta mengomunikasikan informasi dalam berbagai bentuk media.

 literasi media

"Dengan demikian masyarakat tidak perlu tersesat dalam belantara informasi, juga tidak jatuh dalam jebakan hoax, ujaran kebencian, ajakan kekerasan, atau pun konten porno yang kerap kali hadir sebagai sebuah residu dari melimpahnya informasi," ujar Komisioner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Pusat bidang Kelembagaan, Hardly Stefano Pariela dalam Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) Sorong, Papua Barat, (17/11/21) secara virtual.

Ia mengatakan, hingga saat ini mayoritas masyarakat Indonesia masih menonton televisi baik melalui siaran free to air (FTA) atau pun televisi berlangganan (Pay TV).

Lebih lanjut meski sebagian besar mulai beralih menggunakan internet, akan tetapi televisi masih menjadi media yang menjadi sumber rujukan bagi masyarakat.

Ia menjelaskan, agenda migrasi siaran televisi digital pada 2 November 2022 mendatang, akan menghadirkan saluran-saluran televisi yang semakin banyak dari jumlah yang ada sekarang.

"Di sisi lain, perkembangan internet pun telah menghadirkan disrupsi informasi," katanya.

"Setiap orang berkesempatan menjadi produsen informasi yang dapat diakses oleh jutaan penonton," tambahnya.

Menurutnya, kondisi tersebut yang mengharuskan masyarakat untuk meningkatkan kapasitas literasi media, agar berdaya dan memiliki ketahanan informasi yang baik.

Khususnya di wilayah Papua, masyarakat yang akan menonton televisi tidak semudah seperti di daerah lainnya. Masyarakat Papua harus menggunakan parabola atau tayangan berlangganan, agar bisa memperoleh siaran televisi.

 Baca juga: Marak Berita Hoaks, Masyarakat Wajib 'Melek Media'

Hardly berharap dengan kapasitas literasi yang baik, masyarakat mampu menjadikan media sebagai alat mendapatkan informasi yang bermanfaat baik untuk diri sendiri atau pun lingkungan sekitarnya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini