KPI: Literasi Media Dilakukan agar Masyarakat di Perbatasan Mendapatkan Hak yang Sama

Novie Fauziah, Jurnalis · Rabu 17 November 2021 12:18 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 17 54 2503097 kpi-literasi-media-dilakukan-agar-masyarakat-di-perbatasan-mendapatkan-hak-yang-sama-tRLvp6ptRP.jpg Menyaksikan televisi (Foto: Medium)

KETUA Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Agung Suprio mengatakan, hadirnya KPI di tengah masyarakat, khususnya di Papua Barat, untuk melakukan literasi media agar masyarakat yang berada di perbatasan dapat menyaksikan dan mendengarkan radio maupun televisi.

"Terkait dengan literasi, edukasi kepada masyarakat, sehingga masyarakat di Papua barat itu dapat memilih atau memilah tontonan di televisi dengan baik. Ini luar biasa," ujarnya dalam Gerakan Literasi Sejuta Pemirsa (GLSP) Sorong, Papua Barat, (17/11/21) secara virtual.

 Ketua KPI

Ia melanjutkan, ditambah dengan adanya media baru seperti internet dan sosial media, harus diimbangi dengan kapasitas literasi media yang kuat.

Pada media-media baru tersebut, kata Agung, terdapat banyak manfaat yang bisa diperoleh oleh masyarakat. Akan tetapi juga kerap tersebar berita hoax.

"Dan yang progresif tadi tentang media baru, di mana media yang belum diatur secara comprehensive. Ini luar biasa. Betapa banyak manfaat media baru, tapi juga ada sisi negatifnya. Hoax karena timbul dari media sosial," tuturnya.

Ia menuturkan, literasi media ini merupakan salah satu program prioritas dari komisi penyiaran Indonesia. Papua Barat menjadi tempat terakhir di 2021 KPI menyampaikan terkait literasi media.

"KPI melakukan penghormatan untuk Papua barat akan menjadi tempat terkahir di tahun 2021 ini, kita melakukan literasi media," katanya.

Agung menambahkan, di luar aspek itu pihaknya memiliki opsi yang bersinggungan yaitu terkini dengan perbatasan. Bahwa perbatasan merupakan arah yang menjadi prioritas bagi komisi penyiaran Indonesia untuk melakukan penyebaran penyiaran.

"Terutama di daerah-daerah yang tidak memiliki saluran televisi dan radio," terangnya.

 Baca juga: KPI: Literasi Media Perlu Ditingkatkan

Agung mengatakan, oleh karenanya KPI hadir untuk memastikan masyarakat di perbatasan, mendapatkan haknya, atau disebut juga sebagai hak asasi.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini