Bahaya di Balik Fitur Stiker Add Yours Instagram

Intan Rakhmayanti Dewi, Jurnalis · Rabu 24 November 2021 13:45 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 24 57 2506672 bahaya-di-balik-fitur-stiker-add-yours-instagram-3aKoiwq8S0.jpg Instagram (Foto: Flexjob)

FITUR stiker Add Yours di Instagram Stories belakangan sedang ramai dibicarakan karena ternyata menjadi celah keamanan data bagi pengguna.

Kementerian Komunikasi dan Informatika (Kominfo) mengingatkan potensi bahaya dari fitur Add Yours ini yakni adanya modus kejahatan siber dengan teknik social engineering.

 Instagram

Melalui akun Instagram-nya Kemenkominfo mengatakan informasi di Add Yours yang diminta dan dibagikan jika dikumpulkan bisa menjadi kumpulan data pribadi.

"Data pribadi yang tersebar ke dunia maya berpeluang untuk disalahgunakan oleh pihak tidak bertanggung jawab," tulis mereka di caption postingan.

Social engineering sendiri adalah teknik manipulasi psikologi agar individu atau grup mau melakukan sesuatu atau menyerahkan informasi tertentu secara sukarela.

Social engineering juga bisa dilakukan melalui telepon dengan mengaku sebagai costumer service atau staf instansi bidang keuangan suatu perusahaan, mereka akan meminta data pribadi korban.

Bisa juga dengan mengirimkan link tautan melalui aplikasi pesan atau email yang mengarahkan korban ke website phising atau aplikasi untuk penyalahgunaan data pribadi.

Kominfo menjelaskan para pelaku social engineering ini mengincar data pribadi korban untuk mendapatkan berbagai akses ilegal seperti rekening bank, dompet digital, hingga mendaftarkan korban ke aplikasi-aplikasi ilegal seperti peminjaman uang ilegal dengan mengatasnamakan data pribadi korban.

Perlu diketahui inilah beberapa data pribadi yang dapat disalahgunakan dan jangan sampai secara sadar dibagikan ke media sosial:

1. Nama lengkap

2. Nama semasa kecil

3. Nama ibu

4. Nomor identitas

5. Alamat pribadi

6. Data biometrik (sidik jari, scan retina dan lain-lain)

SIM

7. Nomor paspor

8. Plat nomor kendaraan

9. Alamat internet protokol

 Baca juga: Meta Tunda Debut Enkripsi End-to-End di Instagram dan Messenger hingga 2023

Untuk menghindari penipuan Kominfo menyarankan masyarakat jangan mudah tergiur dengan hal-hal yang sedang tren. Jangan sebar atau memberikan data pribadi kepada siapapun.

"Yuk, gunakan media sosial secara bijak," ajaknya.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini