Wanita Bionik Mengajar Muridnya dengan Tangan dan Kaki Bionik

Wahyu Budi Santoso, Jurnalis · Kamis 25 November 2021 12:59 WIB
https: img.okezone.com content 2021 11 25 56 2507228 wanita-bionik-mengajar-muridnya-dengan-tangan-dan-kaki-bionik-rlbSHQXBWw.jpg Wanita Bionik (Foto: Amputee)

DENGAN kecanggihan teknologi, apapun jadi mungkin. Salah satunya pembuatan tangan dan kaki bionik.

Seorang guru kehilangan kedua lengan dan kakinya karena infeksi bakteri. Namun ia dengan percaya diri kembali mengajar siswa di sekolah internasional London dengan tangan dan kaki bioniknya.

 Kath

Seperti dilansir dari Daily Mail Selasa, Kath Tregenna dijuluki sebagai 'wanita bionik' di antara murid-muridnya. Mereka juga dengan senang hati menerima gurunya tersebut.

Wanita 47 tahun dari Datchet, Berkshire menerima bantuan dukungan bionik yang memungkinkan dia untuk menggunakan tangannya dan berjalan seperti orang lain.

Bukan hanya sepasang lengan bionik yang luar biasa tetapi antusiasme luar biasa yang ditunjukkan oleh guru yang melihatnya kembali bekerja meski kehilangan empat anggota tubuhnya.

Hampir dua tahun setelah keluarganya diberitahu untuk mengucapkan 'selamat tinggal' untuk terakhir kalinya di rumah sakit, Tregenna sekarang kembali melakukan apa yang paling dia sukai.

Guru yang menggunakan tangan palsu, Hero Arms yang memiliki sensor yang mampu mendeteksi sinyal otot kecil dan mengubahnya menjadi gerakan.

Bahkan, ia harus kembali belajar berjalan menggunakan kaki palsu sambil mengasuh kedua anaknya yang masing-masing berusia 12 dan 8 tahun.

Tregenna melakukan semua pekerjaannya mulai dari menyetir sendiri ke sekolah hingga menulis di papan tulis dan mengajar matematika dengan cara yang paling menyenangkan.

"Aku tahu hidupku tidak akan sama seperti dulu. Namun, saya tidak ingin melihat ke belakang. Setelah hampir kehilangan segalanya, saya sangat bersyukur masih hidup,” ujarnya.

 Baca juga: 7 Pola Genggaman yang Bisa Dilakukan Tangan Bionik

Pada akhir November 2019, Tregenna mengalami demam dan kesehatannya memburuk ketika sepsis mempengaruhi tubuhnya.

Dia menderita sekitar 11 serangan jantung dan kegagalan beberapa organ, menyebabkan dokter harus mengamputasi kedua kaki dan lengannya untuk mencegah infeksi menyebar lebih lanjut.

(DRM)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini