Kebakaran Gedung Cyber Harus Jadi Pelajaran Betapa Pentingnya Cadangan Data

Antara, Jurnalis · Minggu 05 Desember 2021 10:19 WIB
https: img.okezone.com content 2021 12 05 54 2512131 kebakaran-gedung-cyber-harus-jadi-pembelajaran-pentingnya-cadangan-data-di-era-digital-n0gaFVxXl4.jpg Ilustrasi (Foto : Verywellmind)

 CADANGAN data merupakan hal sangat penting di era digital. Hal ini tersadarkan dari kebakaran Gedung Cyber 1 baru-baru ini. 

"Dari insiden kebakaran kemarin, kita disadarkan betapa pentingnya ketersediaan data dan konektivitas ke website dan aplikasi kita," kata pimpinan Exabytes Indonesia, Indra Hartawan, kepada ANTARA, Sabtu.

Gedung Cyber 1 di Jakarta Selatan merupakan salah satu lokasi pusat data di ibu kota. Peristiwa kebakaran di sana beberapa hari lalu menyebabkan sejumlah website dan layanan digital tumbang.

Laptop

Para pelaku bisnis, terutama usaha, kecil mikro dan menengah (UMKM) yang hampir dua tahun belakangan semakin banyak masuk ke dunia digital, diminta untuk membuat cadangan data tambahan apalagi jika layanan yang mereka gunakan tidak menyediakan cadangan atau rencana bisnis berkelanjutan (business continuity plan) yang memadai.

Baca Juga : Registrasi IMEI Ponsel Terganggu Dampak Gedung Cyber Terbakar

Menurut Indra, salah satu hal yang harus diperhatikan dalam rencana bisnis berkelanjutan adalah ketersediaan pusat pemulihan bencana (disaster recovery center) ketika harus berhadapan dengan force majeure seperti kemarin.

Baca Juga : WhatsApp Berikan Enkripsi untuk Cadangan Data

Dia menyadari penerapan pusat pemulihan bencana yang lengkap membutuhkan biaya yang tidak sedikit. Selain itu, dukungan infrastruktur di Indonesia masih belum seluruhnya menjangkau pemulihan setelah bencana.

"Masih perlu dukungan bersama pemerintah untuk memberikan informasi dan edukasi kepada masyarakat Indonesia mengenai mekanisme pentingnya Disaster Recovery Center untuk menghadapi krisis jika terjadi insiden," kata Indra.

Ketika disinggung mengenai mitigasi untuk insiden besar, menurut Exabytes Indonesia, antara lain perlu ada cadangan data secara berkala dan memiliki pusat data di beberapa tempat supaya rencana pemulihan bencana (disaster recovery plan) untuk pengamanan data pelanggan bisa dijalankan lebih cepat.

(hel)

Bagikan Artikel Ini

Cari Berita Lain Di Sini